Posted in FanFiction NC 17+

[PICTURE] chapter 2

[Junsu POV]

Baru saja aku selesai bekerja hari sudah sore para karyawan sudah mulai berkumpul untuk bergosip ada juga yang sebagian pulang.

“sampai jumpa besok.”aku bisa mendengar teman sekantor ku satu persatu meninggalkan kantor pergi menuju rumah mereka akupun memutuskan untuk mengikuti mereka lagipula pekerjaanku sudah selesai.

“kasus menghilang nya jung yunho di kabarkan akan di tutup..”

Aku bisa mendengar senior-senior wanitaku sedang bergosip mereka tidak pernah bosan untuk bergosip sebenar nya apasih enak nya bergosip?hanya membuang-buang waktu saja aku segera bangkit dari mejaku mengambil tasku.

“kau sudah mau pulang junsu ?” Tanya noona ji woon.

“yeah noona aku sudah lelah.”kataku.

“baiklah kalau begitu hati-hati di jalan.”noona ji woon melambaikan tangan nya berlalu meninggalkanku.

Aku segera pergi dari ruang kantorku menuju parkiran bawah tanah di mana mobilku di parkirkan menunggu lift untuk terbuka memang bukan aktivitas favorit ku dengan kesal nya aku menunggu lift untuk terbuka sambil mengetuk-ngetuk kakiku dengan kesal.

Kantor sudah mulai sepi karena sebagian orang pasti sudah pulang hanya beberapa orang yang masih ada di kantor mungkin mereka akan lembur masih menunggu lift ku sebarkan tatapanku kearah ruang kantor lain yang sudah kosong dan betapa kaget nya aku mendapati sesosok wanita sedang duduk di salah satu meja kerja di ruangan kantor ynag sudah kosong aku segera mengucek mataku.

Benar sosok itu memang ada wanita itu terlihat sedang menunduk dan menulis entah apa yang dia tulis aku melangkah mendekat kearah kantor itu. “nona apa yang kau lakukan disini?” tanyaku pada wanita itu.

Namun wanita itu terus saja menulis aku melangkah lebih dekat. “nona?” wanita itu akhir nya mendongak betapa kaget nya aku melihat wajah wanita itu yang menyeramkan sekali kulit nya mulai membusuk aku bisa melihat belatung keluar dari kulit wajah wanita itu.

“ARGHH..”aku segera menjauh dari wanita itu dan berlari kearah lift yang kebetulan lift sudah terbuka aku segera masuk dan menekan tombol lift dengan cepat nya pintu lift menutup aku segera menghela napasku.

“hah..hah..hah sial apa an tadi?!” runtuk ku penampakan hantu memang sudah tidak aneh bagiku karena keluarga ku memiliki indra keenam yang kuat semuanya terimakasih atas nenek ku karena dialah yang menurunkan kekuatan ajaib ini kepada ibuku dan sekarang kekuatan itu menurun padaku.

“hiks..hiks..hiks..”aku bisa mendengar suara wanita menangis jantungku berdegup dengan kencang nya aku menutup mataku tidak ingin melihat apapun di sekitarku.

Isakan tangis wanita itu sudah berhenti aku mulai agak tenang sekarang dengan pelan nya ku buka mataku di dalam lift benar-benar sepi tidak ada suara apapun aku pun memberanikan diri untuk melirik kebelakang dengan pelan nya kuputar kepalaku kearah belakang.

“arghh!!! Pergi! Aku benci kamu!!”aku menjerit melihat sosok hantu wanita itu masih ada di belakangku kaki dan tanganku sudah bergetaran dengan gila nya rasanya ingin aku pingsan sampai akhirnya pintu lift terbuka tanpa ragu aku segera berlari.

Bruggg…

Tanpa sengaja aku menabrak seseorang lelaki. “maaf tuan.”aku segera menunduk meminta maaf. “tidak apa-apa kenapa kau berlari terburu-buru seperti itu?”aku bisa mendengar suara yang sangat maskulin dan agak serak aku segera mendongak melihat sosok lelaki itu.

“Tampan.”

Aku berbisik dalam hati,mwo?! Apa aku sudah gila dia kan lelaki mana mungkin aku menyukai dia. “tuan anda tidak apa-apa?”Tanya lelaki itu dia menepuk bahuku aku segera menganggukan kepalaku.

“gwaenchanhayo.”

“kamu yakin?tuan kelihatan sangat pucat.”mata coklat nya memandang kearahku dengan penuh Tanya.

“iya saya yakin,permisi saya harus pulang.”aku segera pergi meninggalkan lelaki itu dan mencari mobilku lalu pulang tak ingin lagi aku bertemu dengan hantu perempuan itu sangat menyeramkan.

*********************************

 Sampai di apartermenku aku segera berganti baju aku sudah gerah memakai jas formal seharian malam ini ada acara main bola lebih baik aku menonton nyadengan santai nya ku rebahkan tubuhku di sofa kucari channel yang menayangkan siaran bola.

“penyelidikan tentang hilang nya artis terkenal jung yunho belum juga mencapai titik cerah pihak kepolisian seoul sudah berusaha keras untuk menemukan artis yang berumur 25 tahun ini..”

Berita tentang jung yunho lagi..apa mereka tak bosan menanyangkan nya sudah jelas orang itu hilang mungkin saja dia di culik oleh mahluk halus biasanya jarang sekali orang yang selamat setelah di culik oleh mahluk halus mereka biasanya berakhir dengan mati tapi di pikir-pikir salah dia juga mau nya pergi kerumah tua angker hanya untuk pemotretan sungguh kematian yang konyol.

Kring..kring….kring

Suara telepon mengagetkan ku aku segera mengangkat telepon itu. “yobuseo.”ku angkat telepon itu dengan malasnya.

“junsu,bagaimana kabarmu?”suara wanita paruh baya terdengar dari telepon suara itu tidak asing lagi bagiku.

“umma?ada apa?tumben sekali umma menelpon.”

“aishhh anak ini kalau sudah sukses lupa pada orang tua,tentu saja umma mu ini merindukan mu bagaimana pekerjaan mu?” tak bisa bohong aku memang merindukan celotehan cerewet umma ku.

“baik-baik saja umma tenang saja.”aku menjawab pertanyaan ummaku yang beruntun.

“bagus kalau begitu,kau sudah makan?”Tanya nya kembali membuatku menghela napas.

“iya umma setelah  umma beres menelponku aku makan.”kataku.

“junsu apakah kau sudah mendengar menghilang nya jung yunho?”umma ku tiba-tiba mengungkit masalah jung yunho ada apa sih dengan jung yunho sehingga semua orang begitu peduli padanya.

“tentu saja umma aku mendengar nya dimana-mana.”jawabku sambil memainkan kabel teleponku.

“junsu kau harus membantu mereka kasian sekali,jung yunho adalah orang yang baik hati.” Baru kali ini umma peduli pada seseorang diakan wanita paling cuek yang pernah aku kenal.

“ada apa ini?jangan-jangan umma ngefans sama dia.”godaku membuat ummaku tertawa malu.

“junsu itu tidak lucu,rumah kita kan tidak jauh dari apartermen nya yunho,yunhoselalu jogging pagi setiap jogging dia selalu menyapa appa mu dan umma dia anak yang baik junsu.” Kata ummaku dia terdengar serius.

“tapi bagaimana umma?aku bukanlah cenayang seperti halmeoni.”kataku.

“setidak nya kau bisa berkomunikasi dengan mahluk yang lain nya junsu umma yakin yunho pasti di culik oleh kaum jin.” Umma ku berpendapat dari tanda-tanda nya memang benar tidak mungkin yunho di culik walaupun dia di culik pasti penculik itu akan meminta tebusan.

“baiklah umma aku akan membantu pihak kepolisian seoul untuk menemukan yunho itupun kalau mereka percaya pada hal-hal mistis.”

“baguslah kalau begitu ku berikan alamat yunho kau datan saja ke apartermen nya dia memiliki kekasih nama nya kim jaejoong.”umma mu bersemangat.

Jaejoong? Nama yang aneh untuk perempuan tapi aku tidak punya hasrat untuk menanyakan lebih lanjut tenang kim jaejoong karena aku hanya ingin menemukan yunho.

Setelah memberikan alamat apartermen yunho umma ku langsung berpamitan dan menutup telepon aishh..benar-benar umma hanya ingin aku menolong yunho saja bukan merindukan ku seperti yang dia bilang sebelum nya.

Dipikir-pikir kasian juga kekasih jung yunho dia pasti sangat kesepian dan putus asa sekarang sudahlah cukup memikirkan jung yunho aku harus nonton acara bola dulu.

Kring..kring..kring

Suara teleponku berdering lagi sekarang siapa lagi yang akan menelponku bisakah orang-orang membiarkan ku santai untuk sejenak.

“yobuseo.”kuangkat telepon itu namun tak ada jawaban di telepon itu. “yobuseo..”aku agak meninggikan suaraku mungkin dia tidak mendengar saat pertamakali aku mengangkat telepon masih tak ada jawaban.

Kresek..kresekk.. suara seperti remasan kertas terdengar di telepon apa-apaan orang ini?apakah dia ingin menjailiku ?

“ya! Siapa ini?”aku marah membentak keteleponku.

“hiks…hiks..hiks.” lagi-lagi aku bisa mendengar suara tangisan wanita di telepon itu.

Tanganku membeku aku tidak tahu harus bagaimana lagi tak lama setelah mendengar suara isakan tangis wanita itu aku bisa merasakan sesuatu yang basa menyenteh telingaku cairan itu hangat dan ketal aku langsung melepaskan gagang telepon dari telingaku.

DARAH!!

Darah berceceran di lantaiku aku terus mundur menghindari aliran darah yang siap menyentuh kakiku kapanpuun.

“kau harus mati! Mati…kau mengkhianatiku geojimal!” aku bisa mendengar suara wanita yang keluar dari telepon ku aku mengerutkan keningku rasanya aku tidak pernah mengkhianati siapapun belakangan ini aku kan single.

“siapapun kau…aku minta maaf telah menganggumu aku mohon pergilah!”

Darah masih terus mengalir dari gagang teleponku membanjiri sebagian lantai apartermenku.

“geojimal! Nappeun namja! Hiks..hiks..hiks…”aku masih bisa mendengar suara wanita itu dari telepon seakan dia berbicara padaku.

“jeongmal mianhe aku mohon pergilah.” Kututup mataku tak berani melihat genangan darah yang sekarang sudah menyentuh kakiku.

Tak ada reaksi lagi dari telepon itu dengan perlahan kubuka mataku betapa lega nya aku melihat genangan darah menghilang dari lantai apartermenku aku melangkah mendekat dengan pelan kugapai gagang teleponku dan kusimpan di tempat semula.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

2 thoughts on “[PICTURE] chapter 2

  1. wew..
    Ada junsu yg pnya indra ke enam..
    Moga dgn adnya junsu, misteri hilangnya yunho bs terkuak.
    Dan moga jaejong bs brtemu junsu agar bs bkrjasama dalam menemukan clue kasus yunho.
    Yahh.. Semakin terbuka jalan untuk teka teki yg ada di ff ne..
    Next chapp dtggu ya thor..
    Keep writing.. Fighting..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s