Posted in FanFiction NC 17+

[Picture] YunJae chapter 1

*************************************************************************************************************

Gelap

Begitu gelap

Yunho?

Dimana kau?

Telolet..telolet …suara alarm membangunkan ku dari tidurku aku segera mengapai jam alarm ku di meja kecil yang berada tepat di samping ranjang ku matahari sudah tinggi aku segera bangun dari tidurku kulirik bagian tempat tidur di sampingku yang kosong.

Bagian tempat tidur itu biasanya di isi oleh lelaki yang sangat kucintai yunho dia selalu tidur dengan nyenyak nya disana namun sekarang bagian itu kosong tak ada yang mengisi nya.

Kubelai dengan lembut bantal yang tergelak di sampingku itu seakan kepala yunho masih disana tergeletak tidur dengan tenang nya aku bisa merasakan air mataku mengumpul di sudut mataku aku mencoba menahan nya namun air mata ku seakan memberontak memaksa ku untuk mengeluarkan nya.

kemana kau yunho apa kau tega meninggalkan ku seperti ini?!

  Hari ini hari minggu seharusnya aku bersenang-senang karena hari ini weekends biasanya yunho selalu mengajak ku memancing atau pergi berkencan dia selalu tahu tempat-tempat romantis yang indah aku selalu terkesan dengan ide-ide nya begitu menggairahkan.

Sepanjang perjalanan menuju tempat kencan kami yunho pasti berceloteh tentang keluarga nya dan teman-teman lamanya dia memang gampang sekali bergaul bahkan ibu-ibu tetangga menyukai dia entah apa yang dia bicarakan dengan ibu-ibu itu sehingga ibu-ibu tetangga kami mau saja mengirimkan berbagai masakan rumah yang beraneka ragam padahal aku juga bisa di bilang ahli dalam memasak.

Sudah cukup untuk mengenang masa lalu aku memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidur aku tidak ingin mengingat masa-masa indah ku dengan yunho lagi aku sudah lelah menangis.

“jaejoongie kau tidak masak untuk sarapan dulu?” tiba-tiba saja aku bisa mendengar dengan jelas suara yunho aku kaget dan segera membalikan tubuhku namun aku tidak mendapati siapa-siapa di kamarku.

“yunho?! Itukah kau?”aku melirik kearah balkon kamarku namun tak ada siapa-siapa disana aku berlari membuka pintu kamarku dan berjalan keruang tengah apartermenku tetap saja aku tidak menemukan sosok yang kucari-cari yunho .

Akupun memutuskan untuk mandi mungkin aku hanya berhalusinasi saja aku segera pergi bergegas ke kamar mandi ku basuh muka ku dengan air dingin hari ini masih sama seperti hari kemarin sangat sunyi bahkan aku bisa mendengar dentingan jam dinding.

Aku segera menyeka wajahku dengan handuk. “jaejoongie…” lagi-lagi aku bisa mendengar bisikan yunho lembut menyapa telingaku namun aku segera mengabaikan nya yunho sudah pergi dia tidak akan kembali lagi.

Seperti biasanya aku segera memasak sarapan sambil menonton tv sarapanku terasa begitu hambar tanpa yunho aku hanya bisa menghela napas berharap dia kembali.

“jaejoongie apa kau sudah baca buku ini?” aku mengingat sosok yunho yang selalu ceria dia sangat suka membaca buku bahkan rak buku di apartemen kami sudah penuh oleh koleksi buku-buku nya.

                  “polisi masih menyelidiki hilang nya artis ternama jung yunho.”                                   Aku bisa mendengar penggalan berita menghilang nya yunho dari tv sepertinya menonton tv bukanlah solusi yang baik untuk melupakan nya apalagi mereka sesekali menayangkan iklan yunho yang masih tersenyum dan ceria membuatku semakin merindukan nya.

Kubuka album foto yang terletak di meja depan tv disana banyak sekali foto-fotoku dan yunho dengan berbagai pose dari mulai yang romantis sampai yang paling lucu dan narsis terkadang aku tersenyum melihat album itu setidak nya membuatku lupa pada nya untuk sesaat.

Bruggg…

Aku mendongak mendengar suara itu suara itu berasal dari ruang kerja yunho aku segera berlari kearah ruangan itu dan membuka pintu nya namun lagi-lagi aku tidak menemukan siapapun di ruangan itu aku melirik kesemua sudut ruangan kerja yunho mengharapkan menemukan sebab dari suara tadi.

Saat ku lirik rak buku yunho aku menemukan kamera nya dan beberapa buku jatuh dari tempat nya aku segera memungut buku dan kamera itu saat aku memungutnya kamera itu tiba-tiba saja memancarkan cahaya flash nya membuatku melemparkan kamera itu karena kaget.

Otomatis kamera itu jatuh aku bisa melihat dengan jelas dari lensa kamera itu keluar darah dengan jumlah yang banyak aku kaget sekali dan shock ku kedipkan mataku dan saat ku buka mataku darah itu sudah menghilang yang kulihat sekarang hanyalah kamera dengan lensa nya yang rusak.

oh tuhan aku sudah mulai berhalusinasi

kupungut kamera itu aku penasaran sekali selama ini apa saja yang di potret oleh yunho dia tidak pernah meninggalkan kamera nya kecuali saat malam itu..saat dia pergi bekerja untuk terakhir kali nya sebelum dia menghilang.

Kusimpan kamera itu di meja kerja yunho ku hidupkan komputer yunho dan segera menyambungkan kamera itu dengan kabel USB yang aku temukan di laci meja yunho setelah kamera dan komputer tersambung dengan lincah nya jariku menggerakan mouse membuka file kamera itu.

Dengan cepat nya komputer memperoses gambar-gambar yang ada di kamera itu aku langsung tertawa kecil saat melihat foto yang sekarang terpampang dengan jelas di layar komputer yunho ternyata kamera ini berisi foto-foto ku ternyata dia diam-diam selalu memotretku aku bagaimana aku tidak menyadari nya? Dia memang misterius aku bisa menemukan fotoku saat aku menguap atau saat aku tertawa yunho apakah kau benar-benar mencintai ku?

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di otak ku,apakah setiap malam kau memikirkan ku? Merindukan ku seperti aku merindukan mu saat ini?lalu kenapa kau pergi,meninggalkan ku dengan luka yang mendalam aku tidak ingin kau meninggalkan ku yunho tidak walaupun hanya sesaat.

Merasa penasaran aku terus membuka semua file foto sampai akhir nya aku menemukan foto sebuah rumah,rumah itu kelihatan sudah tua sekali di sekekeliling rumah itu hutan tak ada lagi bangunan lain di samping rumah itu,rumput liar mulai tumbuh memenuhi halaman depan rumah itu namun keadaan jendela dan pintu rumah itu masih bagus bangunan nya pun terlihat masih kokoh tapi terlihat tidak terurus karena cat nya sudah mulai luntur dan tanaman-tanaman liar sudah merambat tumbuh di sisi dinding rumah itu.

Untuk apa yunho memotret rumah ini?

Aku lalu menekan tombol next sekarang foto rumah itu diganti dengan  sebuah ruangan besar dengan tangga yang bercabang dari interior nya aku bisa menyimpulkan kalau rumah ini bergaya klasik pada pandangan pertama aku tidak menemukan sesuatu yang aneh dari foto itu sampai akhir nya mataku melebar melihat bayangan seorang wanita di sudut tangga itu.

Apakah ini yang orang-orang sebut sebagai penampakan?

Ku dekatkan wajahku kearah layar mencoba melihat bayangan itu dengan jelas apakah itu benar-benar seorang wanita atau bukan sangat aneh bagaimana yunho bisa menangkap foto ini apa mungkin dia bisa melihat hantu?

Kulihat gambar yang lain nya bayangan wanita itu semakin mendekat aku terus tekan tombol next bayangan wanita itu masih ada dan terus mendekat kearah kamera masih penasaran dengan ragu nya ke tekan tombol next dengan pelan.

“ARGHHHHH !!!!!!!!”

  Wanita dalam foto itu menjerit dan tiba-tiba saja komputerku mati aku terperanjat kaget aku segera bangkit dari duduk ku untuk mengecek apakah komputerku benar-benar mati tapi saat aku berjongkok untuk menghidupkan kembali komputer ku tiba-tiba saja komputerku hidup kembali sendiri seakan komputer itu memiliki pemikiran sendiri.

Aneh sekali ada apakah dengan gambar tadi sungguh menyeramkan aku segera mencabut kabel USB dari komputer dan mematikan komputer kembali.

Dred..dred..dred suara getar handphoneku membuatku kaget aku segera mengambil handphoneku yang dari tadi tersimpan di saku celana pendek ku kulihat ada sebuah sms dari inspektur lee aku segera membuka pesan itu.

“tuan kim apakah anda ada waktu?saya ingin membahas tentang kasus menghilang nya tuan jung”

Membaca pesan itu hatiku tiba-tiba saja berdegup kencang sekali sebenarnya apa yang akan inspektur lee bicarakan? Semoga saja ada kemajuan dari kasus yunho aku segera membalas pesan itu dan pergi mengganti bajuku.

***************

  “jaejoongie kau suka es krim ini kan aku suapi yah..aaaa” lagi-lagi sepotong kenangan yunho datang dipikiranku lagipula kenapa aku harus menyuruh inspektur lee untuk datang ke café ini padahal aku tahu sekali inikan tempat kencan ku dengan yunho aku sangat merindukan nya sekarang dan dengan datang nya aku kesini kerinduanku semakin bertambah rasanya aku ingin menangis dan menjeritkan nama yunho setiap aku melirik kearah bangku di depanku biasanya yunho selalu duduk disana menatapku dengan mata yang berbinar-binar sekarang hanyalah sepi yang menemaniku.

“maaf tuan kim apa anda sudah menunggu lama?”seorang lelaki paruh baya datang menghampiriku aku mengelengkan kepalaku. “tidak inspektur saya baru datang.” Kataku sambil menyungingkan senyum di bibirku membuat tuan lee tersenyum pula.

“aku harap pak inspektur memberikanku berita baik.”godaku membuat inspektur lee kelihatan cemas.

“maaf tuan kim,tapi saya kesini ingin memberitahukan anda bahwa pihak kepolisian akan menutup kasus hilang nya tuan jung.”

Mendengar berita itu mataku melebar bagaimana mereka menyerah begitu saja yunho di luar sana mungkin tersesat atau kelaparan bagaimana mereka acuh begitu saja membiarkan yunho menghilang?!

“mwo?! Kenapa pak inspektur?bukankah kalian berjanji untuk menemukan yunho?!” aku terkejut namun aku masih bisa untuk tenang.

“maaf tuan kim namun kami tidak mendapat kemajuan dalam kasus tuan jung kami sudah melakukan sebisa kami namun hasil nya nihil.” Tuan lee membungkuk padaku malu karena dia tidak bisa menepati janji nya.

“bagaimana mungkin? Sampai mana kalian menyelidiki kasus yunho?”tanyaku.

“kami sudah melakukan survey kesekeliling rumah itu kami juga menanyai penduduk di sekitar namun mereka mengatakan tidak pernah melihat tuan jung.”

Aku hanya bisa menghela napas ingin sekali aku menangis aku tidak bisa diam saja aku harus menemukan yunho bagaimanapun caranya.

“tuan kim saya mengerti tuan jung bagi anda sangat berharga kami sangat mengerti tapi ini sudah terlalu lama tuan kim anda sebaik nya melupakan tuan jung mungkin dia sudah tenang di alam sana.”

Mendengar perkatan tuan lee aku marah ku pukul meja di café dengan keras.

“maff tuan lee tapi itu tidak semudah yang anda kira saya sangat menyayangi yunho,saya..saya tidak bisa hidup tanpa dia.”airmataku ku turun membasahi pipiku semua orang melirik kearah ku aku tidak peduli denga tatapan orang-orang itu yang aku pedulikan hanyalah yunho.

Dengan emosi nya aku segera berlari keluar ternyata di luar sudah mulai turun salju oh iya sekarang sudah bulan desember udara dingin mulai meneylimuti badanku membuatku agak menggigil sedikit aku pun berlari ingin segera mencapai apartermenku.

“kau kelihatan kedinginan jaejoongie,ini pakailah syalku.”

“yunho!!!!” aku berteriak sekeras mungkin airmataku tak bisa berhenti mengalir. “dimanakah kau berada yunho,aku merindukanmu.”habis sudah semua suaraku namun tak ada jawaban hanya suara deru ombaklah yang menjawab pertanyaanku.

Aku menangis sejadi-jadinya tak henti-henti nya airmata mengucur membasahi pipiku aku sangat kesal terhadap diriku sendiri yang tak bisa berbuat apapun aku kesal terhadap diriku yang tidak bisa mencegah yunho pergi malam itu aku sungguh bodoh..bodoh sekali.

“yunho andai aku tahu kau akan menghilang aku akan memaksa mu untuk tidak pergi.” Aku menangis dengan getir nya kulihat cincin putih yang melingkar di jari manisku cincin inilah hadiah terakhir yang yunho berikan padaku.

  “jaejoong saranghaeyo…” aku bisa mendengar bisikan lembut di telingaku itu jelas-jelas suara yunho. “yunho?”aku melirik kearah kanan dan kiri tak ada siapapun di sekelilingku sepi..mungkin karena orang-orang sedang berteduh di rumah mereka karena ternyata salju turun dengan cepat.

**********

Aku berdiri di tengah hutan entah dimana aku berada yang aku temukan hanyalah sebuah rumah tua yang sangat besar aku melangkah mendekat masuk ke halaman depan rumah itu aku merasa sangat kenal dengan arsitektur rumah itu.

Mungkinkah ini rumah tua yang ada di kamera yunho?

    Aku melangkah maju kearah pintu depan rumah itu bermaksud untuk masuk namun belum juga aku mencapai beranda rumah itu aku bisa merasakan hawa dingin yang luar biasa.

“jangan masuk!”

Aku bisa mendengar suara yunho dia kedengaran nya sangat marah aku segera mundur dari beranda rumah itu. “yunho? Dimana kau?” aku berteriak mengharapkan yunho menunjukan sosok nya namun tetap saja aku sendiri.

“kembalilah disini terlalu berbahaya!”

              Sekali lagi aku bisa mendengar suara yunho aku mencari-cari sumber suara itu sampai akhir nya muncul lah yunho di hadapanku.

“yunho?!” aku berlari kearah nya dengan tergesa-gesa tidak ingin kehilangan dia aku segera memeluk sosok yunho dengan erat aneh sekali rasa nya tubuh yunho terasa begitu dingin sekali beda seperti biasanya biasanya dia begitu hangat.

“jaejoongie.”aku bisa merasakan napas dingin yunho berhembus ketelingaku berbisik betapa senang nya aku bisa bertemu dengan yunho lagi aku ingin segera pulang dan memeluk nya setiap hari aku tidak akan pernah membiarkan nya bekrja di tempat yang jauh lagi.

“yunho ayo kembali kita harus pulang.”aku melepaskan pelukan ku dan menatap wajah tampan yunho yang kelihatan pucat.

“jaejoongie aku tidak bisa.”dia berkata membuatku mengerutkan keningku.

“kenapa? bukankah kau ingin pulang bersamaku.” Sebenarnya apa yang di inginkan yunho mengapa dia tidak ingin pulang apakah dia ingin putus dengan ku?

“aku ingin sekali jaejoongie,tapi aku tidak bisa.” Dia membelai pipiku dengan lembut nya kupegang tangan dingin nya itu.

“kau dingin sekali yunho.”aku mengenggam tangan yunho dengan erat.

“jaejoongie mulai saat ini kau harus kuat.”dia tiba-tiba berkata mata nya menatap sayu padaku.

“kenapa yunho?ada kau disisiku,kau selalu menghiburku.”aku tersenyum.

“tidak jaejoongie,kau harus melupakan aku.”

Aku tidak percaya dengan kata-kata yunho dia ingin aku melupakan dia?!

“apa kau ingin putus denganku?”tanyaku dengan nada marah kulepaskan gengaman tanganku.

“iya jaejoogie,kita sudah berada di dunia yang berbeda jaejoongie kita harus saling melupakan.”

Dia bilang kita harus saling melupakan,itu tidak mungkin yunho aku mencintaimu

Im hopelessly in love with you

“bukankah kau bilang kau cinta padaku yunho?! Lalu untuk apa cincin ini?”aku menunjukan cincin putih yang masih setia melingkar di jari manisku sebagai lambang cinta yunho padaku.

“mianhe jaejoongie,tapi mulai sekarang lupakan lah aku.”

Sosok yunho perlahan menghilang aku mencoba menghentikan nya namun sia-sia sosok yunhoo menghilang sepenuh nya.

“Yunho!!” aku terperanjat kaget aku lirik  arah kanan dan kiriku ternyata aku masih ada di apartermenku sungguh mimpi yang aneh sekali.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

5 thoughts on “[Picture] YunJae chapter 1

  1. =_= mimpi toh kekeke~
    bagus chingu ^^
    kasian yah jae?? kenapa dia selalu dapet peran seperti ini? *termasuk ffq*
    mampir ke blog aku juga donk🙂
    kalo suka ff yunjae mampir ke fanfictionetworks.wordpress.com disana espesially ff yaoi😀

  2. karena rindu yg teramat sangat ne jaejong sampai mimpiin yunho segitunyaa…
    Apa mgkin yunho di culik ma hantu wanita??
    Molla..
    Moga2 di next chapnya bakal terjawab..
    Bikin pensaran ajjah ne ff..
    Misterius.. Msh blm bisa terkuak teka teki yg ada..

    Next chap dtggu ya thor..
    Keep writing.. Fighting !!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s