Posted in FanFiction NC 17+

Burning Passion (PART 1)

*sorry for the crappy cover (still learning)*(^_^)

Title : Burning Passion (Part 1)

[WARNING! YAOI means BOYXBOY]

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Cast : Nam Woohyun

Kim Sunggyu

Kwon Yuri

Kim Taeyon

 Genre :Yaoi,Romance,Drama

 Length : Two shoot

Rating : NC- 17 +

-WARNING !!

ANAK KECIL DILARANG BACA!

DON’T FORGET COMMENT,LIKE OR FOLLOW (-_^)

*********************************************************************************************************

[Woohyun POV]

Suara dentuman musik terdengar keras di telingaku aku bisa melihat orang-orang berjingrak-jingkrak menari tidak karuan di lantai dansa lampu-lampu diskotik menyilaukan mataku para penari erotis sedang asyik melakukan tugas mereka menari-nari dengan sexy nya mempertontonkan kemolekan tubuh mereka udara di club sudah sangat panas sekali padahal disini sudah malam berbagai suara menghantam gendang telingaku membuat ku pusing.

Aku Nam woohyun lelaki paling keren (well setidak nya aku berpikir begitu) bekerja sebagai model dengan santai nya meneguk martini sambil duduk banyak wanita yang sepertinya ingin menemani ku malam ini tapi maaf nona-nona aku lebih tertarik pada lelaki yang sedang menari dengan lincah nya di lantai dansa dia begitu menarik bagiku rambut coklat nya terlihat bersinar di bawah lampu diskotik tubuh slim nya terlihat seksi di balut oleh pakaian berwarna hitam lengan panjang dan celana jeans.

Dia kelihatan sendiri aku pun bangkit beranjak dari duduk ku menerobos beberapa orang yang menghalangi jalan ku untuk berdansa dengan lelaki itu setelah aku berada tepat di belakang nya ku pegang pinggang lelaki itu sehingga lelaki itu kaget dan berbalik kearahku.

“siapa kau?apakah aku mengenalmu?” dia kelihatan bingung mungkin mengingat-ngingat wajahku.

“tidak tapi kau akan mengenalku sekarang,hi aku Nam woohyun.” Aku menyodorkan tanganku untuk bersalaman dengan nya.

“Kim sunggyu.” Dia berkata sambil menjabat tanganku.

“apa kau sendiri disini?”tanyaku sambil berharap dia menjawab iya.

“ya,teman-temanku sepertinya sudah menghilang entah kemana.” Dia menjawab betapa senangnya aku mendengar jawabanya.

“kalau begitu tidak keberatan kalau aku temani?”godaku berbisik ketelinga nya.

“boleh saja.” Dia balik berbisik ketelingaku ternyata lelaki ini nakal juga.

Kami berdua mulai berdansa bersama dia begitu lincah dan sexy malam itu aku tidak bisa melepaskan tanganku dari tubuh tinggi dan slim nya entah mengapa setiap aku melirik kearah sunggyu yang aku pikirkan hanyalah tubuh nya saat telanjang ingin sekali aku meremas pantat nya yang sedang bergoyang-goyang sekarang.

Kupeluk badan sunggyu dari belakang dia berbalik kearah dan berdansa dengan sexy nya dia menarik ikat pinggangku sehingga tubuhku ikut tertarik dia mulai meraba tubuhku pertama tangan nya dengan nakal menulusuri rambutku turun kebawah keleherku wajahku hanya berjarak 5 centi dari wajah sunggyu aku mendekat mencoba mencium nya namun dia menutup bibirku dengan tangan nya.

“sabar,kita punya semalaman untuk bercinta.” Dia berkata.

Dia benar-benar sexy.

“show me what you got then.” Tantangku akupun melanjutkan berdansa dengan nya.

Aku berdansa dengan gilanya keringat sudah bercucuran dari tubuhku dan sepertinya sunggyul kelelahan juga dia akhir nya memeluk ku dengan mesra.

“siap untuk pulang sayang?” aku mencium lehernya.

“aku selalu siap.” Dia tertawa kecil.

Kami berdua meninggalkan lantai dansa menuju pintu keluar aku menuntunnya dengan mesra dia kelihatan tidak keberatan dia hanya tersenyum tak lama kemudian kami sampai di tempat parkir bawah tanah aku sudah tidak tahan melihat tubuh sexy sunggyul aku melirik kearah kanan dan kiri sepertinya tempat parkir malam ini sepi.

Kudorong tubuh sunggyul ke tembok.

“apa-apaan kau ini?”dia kaget.

“tebak…”aku mendekat kearah nya mencium nya dengan penuh nafsu bibir nya terasa lembut saat ku kecup.

“apa kamu gila?! Bagaimana kalau ada orang yang melihat kita?!” dia berbisik.

“kalau begitu berikan mereka tontonan.” Aku menyeringai mencium nya kembali.

Sunggyu memeluk tubuh ku dengan erat bibirku terasa panas karena mencium nya sunggyu sepertinya berpengalaman,berciuman dengan nya terasa sangat nikmat sekali dia tahu bagaimana caranya membuatku semakin gemas dan ingin segera pulang dan meniduri nya.

Kami berciuman dengan penuh nafsu tanganku sekarang sudah ada di dalam kaos sunggyul memainkan nipple nya dengan liar sedang sunggyul dengan gemas nya meremas rambutku aku mulai terangsang aku benar-benar ingin meniduri lelaki ini sekarang juga tidak ada yang bisa menghentikan ku yang jelas aku akan ‘bermain’ dengan nya sepanjang malam.

Ku gigit bibir bawah sunggyul dia tersenyum dan balik menggigit bibir bawahku dengan lembut.

“khamu.. hebat.. woohyun.” Sunggyu memujiku dia kelihat terengah-engah napasnya habis karena terlalu lama berciuman denganku.

“aku memang hebat baby.” Aku berbisik ketelingan nya dengan penuh percaya diri dan mengigit telinga sunggyul pelan.

“ah~”aku bisa mendengar dia mendesah.

“cepat bawa aku kerumahmu,disini dingin.”usul sunggyu.

Aku membuka jas hitamku dan memberikan nya pada sunggyu.

“sudah tidak dingin lagi?”tanyaku mengecup dahinya.

“ya.”dia tersenyum dengan manis wajah nya terlihat begitu cantik malam ini aku seakan tidak ingin berkedip aku tidak ingin kehilangan 1 detik pun moment yang sedang aku alami ini.

Kami berduapun masuk kemobilku dengan tidak sabar nya aku mengemudikan mobilku dengan kencang sampai-sampai sunggyu mengingatkanku untuk pelan-pelan.

15 menit kemudian…

Akhirnya aku dan sunggyu sampai di rumahku aku segera memarkirkan mobilku dan keluar dari mobilku yang di ikuti oleh sunggyu.

“waw..rumahmu besar sekali.”sunggyu terkesima oleh rumah bergaya minimalis ku.

“yah inilah hasil bisnisku selama 5 tahun belakangan.”kataku sedikit bangga.

“benarkah?kalau begitu apakah kau siap untuk men’service’ku sekarang bos?” dia menggodaku membuat nafsu ku semakin menggila saja untuk nya.

“kalau kau begitu menginginkan ‘service’ ku kenapa kau tidak datang kesini.”

Sunggyu berlari kearahku dan menciumku aku menangkat nya dan pergi kedalam rumah mengunci pintu rumahku.

Kami berdua terus berciuman dengan liarnya sampai akhirnya sunggyu melepaskan bibirnya dari bibirku.

“ayo pergi ke kamarmu.”dia berlari mencari kamarku.

“kamar ku ada di lantai 2.” Aku memberitahu nya diapun segera menaiki tangga aku mengikutinya tidak sabar ingin segera ‘bermain’ dengan nya.

“woohyun kamarmu besar sekali.”pekik sunggyu dia kelihatan menyukai kamarku aku hanya tersenyum melipatkan tanganku di dada sambil berdiri menyandarkan tubuhku ke tembok.

“kau menyukai nya?”tanyaku.

“iya sangat menyukai.”dia menjawab dengan antusias.

“kau belum merasakan ranjang nya.” Aku menarik nya dan membuat nya duduk di ranjangku.

“kau nakal sekali woohyun.” Katanya.

Aku mencium nya dan menindih nya ku ciumi leher sunggyu dengan gemas nya membuat sunggyu mendesah desahan nya terdengar sangat merangsang membuatku semakin bergairah.

“woohyun ah~ ehhm~.” Desahan demi desahan keluar dari mulut sanggyu ku buka baju nya dan ku hisap nipple nya dan memainkan nipple nya sesuka hatiku tubuhku terasa sangat panas malam ini jatungku berdetak dengan kencang napasku berderu menahan emosi yang meluap-luap.

Aku bisa merasakan tangan sunggyu mulai meraba-raba bagian tersensitifku.

“tenang,kita punya semalaman.”aku membalikan perkataan nya saat di club dia tertawa kecil.

“apa kamu mencoba menggodaku woohyun?aku bukan lelaki yang sabar.” Dia bilang sambil membuka kancing kemeja ku dan melempar kemeja ku ke sudut ruangan dan membalikan keadaan kami sekarang aku terbaring di bawah sunggyu.

Dia mencium bibirku melumat nya dan menghisap nya ciuman nya merambat ke bawah ke daguku terus kebawah sampai dadaku dia membuka celanaku tanpa ragu sama sekali tangan nya sekarang sudah memegang ‘adik’ku.

“katakan apa yang kau inginkan sekarang woohyun.” Katanya sambil meremas ‘adik’ ku membuatku ingin mendesah namun ku tahan.

“suck it.”kataku menyeringai.

Sunggyu segera menunduk dan mulai menjilati ‘adik’ku dengan lidah nya mencium nya dan mengocok nya keatas dan kebawah membuatku tenggelam dalam kenikmatan.

“yeah..sunggyu.” desahan mulai keluar dari mulutku ku remas rambut coklat sunggyu.

Sunggyu sesekali melirik kearah ku yang sedang menikmati blowjobs nya dan tersenyum tangan lentik nya tidak bosan nya memainkan ‘adik’ ku dan sesekali dia memainkan twin ball ku membuatku mendesah tak karuan.

“sudah cukup sunggyu.”aku menarik kepalanya dengan lembut membuatnya berhenti memberikan blowjobs nya.

“kenapa,kau tidak menyukai nya?”Tanya nya kelihatan kecewa.

Aku megelengkan kepalaku. “tidak hanya saja ‘adik’ ini tidak sabar untuk ada di lubang mu.” Kataku sambil meremas pantat sunggyu yang kenyal.

Sekarang bagianku untuk menyerang ku rebahkan tubuh sunggyu di ranjangku ku pengang kedua tangan nya agar dia tidak berontak aku menciumi tubuh nya dengan liar aku meninggalkan beberapa kissmark di dada dan leher nya.

Tubuh sunggyu mengeliat setiap kali kucium tubuh nya aku pun membuka celana jeans ketat sunggyu dan celana dalam nya mengexpose ‘adik’ sunggyu yang sudah hard on.

“sepertinya kau memang tidak sabaran sunggyu.” Aku memasukan jariku ke rectum suggyul membuat sunggyu melenguh.

“ada apa sunggyu?kaget?”godaku mengecup pipinya.

“tidak…”dia menjawab.

ku gerakan jariku keluar dan masuk dari rectumnya membuatnya mengeliat dan mendesah dengan sexy nya tangan kananku memainkan ‘adik’ sunggyu yang kesepian membuat nya semakin menggila.

“woohyun…woohyun jangan kedua akh..” dia mendesah kelihatan nya aku menemukan sensitive spot nya.

Kugerakan jari ku lebih cepat.

“tida..k..woohyun..” dia berkata dengan terengah-engah. “masukan..masukan punya mu.” Dia menatapku dengan mata coklat nya yang menangis karena kenikmatan.

Aku menyeringai tersenyum dan memasukan ‘adik’ku ke rectum sanggyu membuatnya memeluk ku dengan erat.

“hah..hah..woohyun.” dia memanggil namaku lagi membuatku menatapkearah nya mencium bibir merah nya dengan ganas.

Aku mulai bergerak maju dan mundur membuat sunggyul mendesah dan mengerang dia meremas seprai kasurku dengan erat.

Tidak ada suara lain selain suara desahan sunggyu dan suara kulit ku dan dia beradu keringat sudah membasahi wajah sunggyu aku menyeka nya membuat nya tersenyum  aku membalikan tubuh sunggyu untuk menganti posisi dengan posisi doggy style.

Remas pantat sunggyu aku ingin sekali melakukan itu dari tadi saat kami masih di club.

“jangan keras-keras woohyun.” Sunggyu mengusap tanganku yang masih meremas pantat nya.

“maaf.” Aku berkata sambil bergerak dengan pelan.

“le..bih cep..at woohyun.” Dia menuntut.

“as you wish.”aku mengerakan ‘adik’ku lebih cepat membuat sunggyu mendesah suara nya desahan nya bagaikan lagu di telingaku.

“hyah..hah..akh woo..hyun..aku ingin ‘keluar’” katanya nya sambil terengah-engah.

“se…bentar.” Kataku sambil terengah-engah.

Taklama kemudian aku ‘keluar’ rasanya aku seperti melayang kepalaku kosong begitu nikmat rasanya.

cairan sperma ku memuncrat menodai rectum sunggyu,sunggyu sepertinya sudah ‘keluar’ juga karena sekarang tubuh nya lebih relax.

Aku mengeluarkan ‘adik’ku dari rectum sunggyu dan berbaring di samping nya.

“kau hebat sekali woohyun.” Sunggyu tidur diatas dadaku dan mencium dadaku.

Aku lelah sekali kulirik jam digital yang ada di samping ranjangku waktu menunjukan jam 2 dini hari aku benar-benar bermain dengan nya sepanjang malam.

Karena rasa lelah aku pun tertidur dengan sunggyu di dadaku.

[Sunggyu POV]

Dred..dred..dred.. suara getar handphone membangunkanku dari tidurku akupun bangun ternyata aku tertidur di dada woohyun dia masih memeluk ku ku lepaskan pelukan nya dengan pelan dan mencari celanaku.

Ternyata celanaku ada di bawah ranjang kuambil celanaku dan merogoh saku celanaku ternyata benar handphone kulah yang bergetar ada 1 pesan masuk pesan itu dari noona taeyon dia rekan kerja sekaligus seniorku.

sunggyu dimana kau?! Cepatlah ke kantor klien penting kita sudah datang!.”

Aku sangat kaget melihat isi pesan itu aku pun segera mencari-cari bajuku dan memakai nya dan segera keluar meninggalkan rumah woohyun naik taksi menuju rumahku.

Sesampainya di rumah dengan cepat nya aku cucimuka dan gosok gigi sambil meemakai baju formal ku setelah cepat aku segera melompat naik taxi kembali menuju kantorku sesampainya di kantor aku segera pergi menuju ruang persentasi .

“Kim sunggyu!!”taeyon noona  sudah berdiri berkacak pinggang dia kelihatan marah sekali aku hanya bisa menelan ludah siap menghadapi amukan nya yang menyeramkan.

“darimana saja kau ini?!” Tanya nya marah matanya belotot.

“noona mianhae..aku..aku ketiduran.” Bohongku aku tak mungkin bilang kalau aku sudah berdisko ria dengan teman-temanku.

“kau pikir aku akan percaya eoh? Aku tahu kau pasti sudah berdisko ria dengan teman-teman gila mu itu.” Cibir taeyon noona.

“ayo cepat tuan choi sudah menunggu.” teayon Noona  menarik ku masuk kedalam ruangan persentasi.

[woohyun POV]

“hem..”aku berbalik mencari-cari tubuh sunggyu namun yang kutemukan hanyalah guling kubuka mataku.

Ternyata sunggyu sudah pergi mungkin dia harus bekerja ngomong-ngomong bekerja jam berapa sekarang? Ku raih jam digital yang ada di meja keciL.

“APA?!” kulihat jam digital menunjukan jam 9 lebih sebentar lagi aku ada janji dengan tanteku dia akan memberikan skrip untuk iklan yang akan kubintangi aku segera bangkit dari ranjangku mandi.

Bersiap-siap untuk pergi ke kantor tanteku.

[sunggyu POV]

“dari semua minuman berenergi kami bisa memastikan minuman ini sangat berbeda karena..” aku bisa mendengar celotehan taeyon noona kepada klien kami tapi pikiran ku sekarang melayang-layang memikirkan woohyun.

Woohyun?! Aneh sekali kenapa aku harus memikirkan dia?! Dia hanya menghabiskan satu malam denganku mengapa aku harus memikirkan nya?! Lupakan dia! Lupakan! Kupukul-pukul kepala ku dengan keras berharap wajah woohyun meninggalkan otak ku.

“sunggyu..sunggyu!” noona taeyon menyengol tanganku dengan keras membuatku sadar sekarang kami sedang presentasi aku segera berhenti memukuli kepalaku tuan choi dan asistennya melihat kearahku dengan tatapan aneh.

‘sial! Mereka pasti berpikir kalau aku aneh!’ runtuk ku dalam hati aku hanya bisa nyengir kuda kepada mereka berdua dan melanjut persentasi aku dan noona taeyon.

[woohyun POV]

Aku berlari dengan cepat sambil mengancingkan kemejaku aku benar-benar akan telat aku segera menyisir rambutku dengan rapih tidak ada waktu untuk bergaya dan memakai gel dengan cepat nya aku memakai jasku dan pergi kebawah menuju mobilku.

Dred..dred…dred handphoneku bergetar itu pasti tanteku ku.

“yobuseo..”  kuangkat handphoneku dengan mengampit handphoneku diantara bahu dan telingaku karena tanganku masih sibuk membenarkan kemejaku.

“NAM WOOHYUN!” mendengar bentakan dari handphoneku membuatku aku kaget dan menjatuhkan handphoneku ke kolong mobilku dengan cepat aku segera memungutnya.

“iya..iya tante aku segera kesana.” Kataku sambil masuk kedalam mobil.

“kamu sudah terlambat,kemana saja kamu?!”Tanya tanteku marah.

“mianhe tante,aku kesiangan.” Kataku menyesal.

“sudahlah aku tidak butuh alasan mu cepat kesini kita akan membahas soal iklan yang akan kau bintangi itu.”

“iya oke tungu saja aku akan kesana sebentar lagi.” Ku tutup teleponku ku hidupkan mesin mobilku setelah mobilku keluar dari halaman rumahku aku segera menancap gas menuju perusahaan tanteku.

[sunggyu POV]

“fuih..” akhirnya presentasiku dengan taeyon noona berjalan dengan lancar meskipun aku sempat malu tetapi untunglah tuan choi akhirnya setuju untuk dengan desain iklan kami.

Kudengar juga iklan kami akan di bintangi oleh model terkenal keponakan bosku memang menjadi saudara orang kaya atau orang sukses itu selalu memberikan keburuntungan.

Aku duduk di mejaku kepalaku masih pusing mungkin karena pengaruh alkohol kemarin malam benar-benar belum hilang.

“arghh..” aku mengerang sambil meremas rambutku rasanya kepalaku pusing sekali.

“heh sunggyu kau tidak apa-apa?”taeyon noona bertanya padaku sambil menepuk bahuku dia sepertinya khawatir.

“tidak apa-apa noona hanya pusing sedikit.”jawabku.

“kamu yakin?” taeyon noona bertanya.

“iya noona,sebaiknya aku beli minum dulu.”aku bangkit dari duduk ku dan pergi menuju kantin.

[Woohyun POV]

Aku segera memarkirkan mobilku dan turun dari mobil betapa kaget nya aku mendapati para wartawan menyerbuku entah apa yang mereka inginkan aku segera berlari kedalam kantor mencari perlindungan satpam di kantor tanteku langsung melindungiku dari serangan para wartawan yang ganas itu aku segera berlari masuk kedalam.

Saat aku akan naik lift betapa kaget nya aku melihat sosok lelaki yang tinggi dan berambut coklat dia pastilah sunggyu.

Dia kelihatan sudah membeli minuman aku mencoba tenang saja berpura-pura tidak melihat nya karena aku kira dia akan pergi kearah lain tapi ternyata dia berjalan kearahku apa-apaan ini?! Apakah tuhan sedang mempermainkanku kedalam permainan nya yang bernama takdir?!

[sunggyu POV]

Setelah membeli minuman akupun memutuskan untuk kembali ke mejaku di lantai 5 aku pun berjalan menuju lift dengan sati sambil menenteng minumanku.

Namun betapa kaget nya aku melihat sesosok lelaki yang tinggi dan berambut hitam dia memakai kacamata hitam namun wajah sangat familiar sekali tiba-tiba saja ingatan malam kemarin muncul di otak ku membuatku mengingat siapa lelaki itu.

“woohyun?!” tanyaku sambil menunjuk dia.

“shut!” dia menempelkan jari telunjuk nya di bibir sexy nya.

“apa yang..” belum juga aku sempat menyelesaikan kalimatku dia menarik ku kedalam lift.

Kebetulan lift sedang sepi tidak ada siapa pun di dalam lift itu hanya ada aku dan woohyun dia menekan tombol hold sehingga lift tidak bergerak.

“woohyun aku harus..”dia menutup mulutku.

“kau sangat tidak sopan sekali meninggalkan ku begitu saja setelah malam indah yang kita habiskan berdua.” Woohyun membelai pipiku.

“maaf..aku punya pekerjaan jadi aku harus segera pergi.” Jawabku.

“setidak nya kau bisa meninggalkan nomor teleponmu”

Woahh..wajah woohyun semakin mendekat kearahku membuatku semakin nervous di dekat nya.

“maaf,tapi aku tidak ingin ada apa-apa lagi diantara kita itu hanya one night stand bagiku.” Kataku melirik kearah lantai lift tak berani menatap mata coklat nya.

“jadi kamu kau hanya mengangapku lelaki lain yang pernah kau tiduri begitu?” Tanya nya agak marah mungkin tersinggung.

aku tidak menjawab aku tidak tahu apa yang harus aku katakan lagi ya tuhan dia bukan wanita jadi aku kira dia hanya akan mengangguk dan meninggalkan ku sendirian namun seperti nya dugaan ku salah.

“berapa banyak lelaki yang sudah kau tiduri?” Tanya nya memegang daguku dengan kasar membuatku terpaksa harus melihat kearah wajah putih nya yang tampan.

“kenapa aku harus menjawab itu?!” tanyaku marah melepaskan genggaman tangan woohyun dari dagu ku.

Namun woohyun mencengkram tanganku dia menciumku dengan tiba-tiba aku mencoba mendorong nya menjauh namun dia memegang bagian belakang kepalaku dan tanganku yang satu nya lagi membuatku tak bisa kabur dari ciuman nya.

Dia melumat bibirku dengan liar nya memintaku ku untuk membuka mulutku. “buka mulut mu sunggyu.” Pinta nya sambil menggigit telinga ku dengan pelan membuatku meringis dengan pasrah nya ku buka mulutku dengan begitu lidah nya mulai menjelajahi mulutku.

Tangan woohyun mulai merayap meraba dadaku membuatku  melenguh“ah..woohyun tidak disini.” Pintaku melepaskan tangan nya dari dadaku.

“kau beruntung sunggyu aku punya urusan juga kita lanjutkan ini besok.” Woohyun memasukan sebuah kartu nama ke kantong celanaku dan menekan tombol nomor 7.

“mau apa kau ke lantai 7?”tanyaku.

“bertemu tante ku.”jawab nya datar.

Mungkinkah dia model untuk iklan minuman berenergi yang aku dan taeyon noona presentasikan? Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di kepalaku namun aku segera menapis nya dan memencet tombol no 5.

“dan apa yang kau lakukan di lantai 5 sunggyu?” Tanya woohyun dengan nada menyindir.

“itu kantorku.” Jawabku dengan acuh.

“oh bagus sekarang aku tahu dimana kau bekerja,jadi aku bisa menjemput mu pulang.”

Mataku melebar mendengar perkataan nya.

“mwo?! Tidak bisa kau tidak boleh pergi ke kantor ku kau dilarang pergi kesana!” aku histeris mendengar dia mau menjemput ku apa kata taeyon noona nanti kalau woohyun seorang wanita mungkin aku akan mengijinkan nya namun ini lain ceritanya dia lelaki.

Namun sayang belum juga dia sempat menjawab pintu lift sudah terbuka aku harus keluar dari lift.

“lebih baik kau bekerja sana.” Woohyun mendorongku keluar dari lift.

Dan segera menutup pintu lift aku bisa melihat dengan jelas seringai licik di bibir nya dasar lelaki menyebalkan kenapa juga aku harus tidur dengan nya?! Kim sunggyu kau bodoh sekali!

Dengan kesal nya aku pun pergi duduk di mejaku kembali melanjutkan pekerjanku yang masih menumpuk menugguku untuk menyelesaikan nya.

[woohyun POV]

“woohyun akhirnya kau sampai.” Tanteku segera menyapa ku setelah aku masuk ke kantor nya dia memeluk dan mencium pipiku.

“yuri ini keponakan tante namanya woohyun.”tanteku dengan bangga nya memamerkanku pada yuri.

“hi senang bertemu dengan mu woohyun aku yuri,kwon yuri.” Dia memperkenalkan yuri ternyata cantik juga kulit putih nya mulus dan rambut hitam nya tergerai dengan rapih senyum manis nya terpasang di wajah nya dia memakai dress selutut memamerkan kaki indah nya yang jenjang.

“senang bertemu denganmu juga yuri.” Aku membalas dengan senyuman.

“ayo duduk.” Tanteku mengajak kami berdua duduk dan di sambut oleh anggukan kepala oleh kami berdua.

“jadi begini aku ingin kalian berdua membintangi iklan minuman berenergi ini.” Tanteku menyodorkan sebuah selembaran  yang berisikan tentang iklan minuman berenergi.

“menarik sekali..siapa yang mendesain nya tante?” Tanya yuri pdada tanteku.

“oh..nama mereka ada di sudut selebaran itu.” Tante ku menyadari ada tulisan yang sangat kecil di sudut selebaran itu menunjukan siapakah yang mendesign iklan itu.

Saatku baca nama yang di cetak dengan ukuran super kecil itu mataku langsung melebar kim sunggyu?? Ternyata benar dia bekerja di kantor tanteku.

“tante apa kau kenal dengan kim sunggyu?” tanyaku.

“tidak,tapi aku rasa dia akan kita kenal pekerjaannya selalu rapih dan menarik.” Puji tanteku matanya masih terfokus pada selembaran iklan.

Menarik sekali,saat malam dia lelaki muda yang liar dan di siang hari dia pekerja yang rajin tak sadar aku tersenyum memandangi nama sunggyu.

“apa kau kenal dia woohyun?”sekarang bagian yuri bertanya padaku.

“ya kami teman.”aku menjawab datar.

“teman?kenapa kau tidak bilang dia teman mu?”tanteku terlihat terkejut.

“aku tidak tahu dia bekerja di sini.”jawabku.

[sunggyu POV]

Taeyon noona masih saja melirik kearahku aku bisa melihat nya dengan sudut mataku aku mencoba untuk cuek namun lirikan nya sedikit membuatku terganggu.

“noona jangan khawatir aku tidak apa-apa.” Kataku membuat taeyon noona malu.

“kau menyadarinya?”Tanya dia.

“tentu saja noona melirik kearahku terus bagaimana aku tidak menyadari nya.”

Aku bisa melihat pipi taeyon noona memerah apakah dia benar-benar malu? Betapa manis nya dia saat bertingkah seperti ini coba saja dia bertingkah seperti ini setiap hari.

[woohyun POV]

“benarkah?” yuri melihat kearahku seperti dia tidak percaya dengan apa yang aku katakana. “tidak mungkin kau single woohyun.” Dia berkata sambil mengelengkan kepalanya. “ya sudalah kalau kau tidak percaya.” Aku mengangkat bahuku.

Kami masih anteng berdua mengobrol di loby kantor tanteku aku ingin menunggu sunggyu sampai pulang aku sudah tidak sabar untuk membawa nya pulang dan ‘menghukum’ nya karena dia meninggalkan ku sendirian.

“tapi bagaimana bisa? Kamu sangat tampan..”yuri segera menutup mulut nya aku bisa melihat pipi putih nya berubah menjadi merah padam. “hahaha kau cute juga yuri.” Aku tertawa melihat tingkah yuri,yuri hanya tersenyum dia kelihatan tidak berani menatap wajah ku.

“noona kau tak usah mengantarku.” Sunggyu keluar dari lift aku bisa melihat dia di gandeng oleh seorang wanita.

“kau jelas-jelas kelihatan tidak enak badan sunggyu kau harus pulang.” Wanita itu terus menarik sunggyu.

Mendengar sunggyu tidak enak badan aku khawatir apakah dia sakit karena aku? aku segera berjalan kearah mereka.

“sunggyu kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir.

Wanita itu segera membungkuk kearahku dengan hormat. “Tuan Nam,selamat sore.” sapa wanita itu.

“selamat sore.”ku jawab sapa nya namun perhatianku tertuju pada sunggyu.

“aku tidak apa-apa woohyun.”jawab sunggyu namun wanita itu segera memukul sunggyu.

“panggil dia tuan nam,sunggyu!” aku bisa mendengar wanita itu berbisik ketelinga sunggyu membuat ku agak jealous.

“maaf maksudku tuan nam,aku baik-baik saja.” Setelah wanita itu berbisik wunggyu berubah menjadi formal argh sangat tidak enak kedengaran nya.

Tidak lama kemudian yuri menyusulku berdiri di sampingku.

“kau kenal dia woohyun?”Tanya yuri.

“yah aku kenal dia,dia kim sunggyu.” Tuturku.

“senang bertemu dengan mu sunggyu.” Yuri tersenyum.

Entah mengapa aku bisa melihat expressi jealous terpasang di wajah saat dia melihat yuri berdiri begitu dekat denganku sehingga bahu nya dengan lenganku bersentuhan.

“noona sebaik nya kita pulang.” Sunggyu segera menarik taeyon pergi meninggalkan ku dengan wanita yang di panggil nya noona.

Noona? Apakah wanita itu saudara nya?

[sunggyu POV]

Aku dan taeyon noona sekarang sudah berdiri di depan apartermen ku. “maafkan aku noona tadi tiba-tiba aku menarik mu.” Kataku menyesal.

“tidak usah minta maaf .”taeyon noona menepuk bahuku dengan pelan.

“terimakasih noona kau mau mengantarku kerumah.” Aku tersenyum walaupun terpaksa.

“sunggyu..” taeyon noona memeluk ku dengan erat.

“noona kenapa?”

“aku sangat menyukaimu ..sunggyu sangat menyukaimu.”

Mataku melebar mendengar perkataan taeyon noona.

“maksud noona apa?”tanyaku.

“aku menyukaimu lebih dari seorang junior”

“noona..” aku hanya bisa diam dia memang gadis yang manis tapi apakah dia tahu kalau aku gay?

“mianhe noona tapi aku..aku hanya menyukai noona sebatas sebagai seniorku.”

Taeyon noona segera melepaskan pelukan ku.

“apakah kau sudah punya pacar?” taeyon noona bertanya dengan penasaran nya.

“aku tidak punya pacar noona.”jawabku datar.

“lalu kenapa?kenapa kau menolak ku sunggyu akulah yang selalu ada di sisimu saat kau kesusahan” taeyon noona marah sekarang.

“bukan begitu noona aku punya alasanku sendiri aku tidak bisa bilang itu apa.”

Taeyon noona hanya melihat kearahku dengan mata coklat nya mencari-cari jawaban apa yang membuatku menolak nya.

[woohyun POV]

“siapa wanita itu?” Tanya ku dalam hati ingin sekali aku mengejar sunggyu dan meminta penjelasan.

“woohyun?” yuri menepuk bahuku membuatku sadar dari lamunanku.

“iya yuri?”

“kau kelihatan melamun.”yuri sedikit cemberut.

“maaf,apakah kau mau pulang? sekarang sudah sore.”

Yuri mengelengkan kepala nya.

“tidak,jadwal ku kosong sekarang mungkin kau mau menemaniku bersenang-senang?”

entah mengapa aku merasa yuri menggodaku mengingat dia akan menjadi teman kerjaku sebaik nya kuladeni saja walaupun aku tidak tertarik.

“baiklah kita bisa pergi ke club sekarang.”kataku sambil mengandeng pinggang yuri membuat nya tersenyum.

“baiklah kalau begitu.”

[sunggyu POV]

“noona aku mohon jangan marah padaku.”ku genggam tangan taeyon noona yang hanya diam tidak berbicara apapun padaku dia masih shock mungkin?

“kenapa sunggyu?aku Tanya padamu kenapa?”taeyon noona mengubris mengaman tanganku dia benar-benar marah namun dia tidak menangis walaupun aku bisa melihat air mata sudah mengumpul di pelupuk matanya.

“aku tidak bisa mengatakan alasanku padamu noona aku..aku malu.”aku berkata sambil melirik kearah nya lantai aku tidak berani menatap wajah taeyon noona.

Taeyon noona mengernyit.

“kenapa kau malu sunggyu katakanlah.” Bujuk nya.

“tapi noona aku tidak ingin kau membenciku atau jijik terhadapku.”

“aku tidak mungkin bisa membencimu sunggyu apalagi merasa jijik terhadapmu, sudah kubilangkan aku menyukaimu.”

“baiklah jika noona memaksa.” Aku menarik napasku mengumpulkan keberanian ku untuk menyatakan sesuatu yang sangat memalukan selama ini hanya teman-teman sepermainan ku yang mengetahui tentang ini.

“aku gay noona.”aku bisa mendengar suaraku sendiri di tengah sepi yang menyelimuti kami.

[woohyun POV]

“YEAH!!” aku bisa mendengar jeritan yuri dia benar-benar mabuk dia mulai berjoget-joget mengikuti alunan music diskotik.

“woohyun cheers.” Dia mengacungkan gelas yang berisi Champagne  kearahku aku hanya bisa tersenyum wanita ini gila juga yah kalau sudah waktu nya bersenang-senang.

Yuri mulai menari lagi dengan gila nya mengibas-ngibaskan rambut coklat panjang nya di lantai dansa membuat sebagaian perhatian orang yang ada di lantai dansa tertuju padanya.

Tubuh slim nya terus saja bergoyang-goyang menikmati alunan music terkadang beberapa lelaki dengan jahil nya mencoba menyentuh bokong nya namun aku segera menghalangi niat jahil mereka.

“woohyun.. terimakasih.. mau mengantarku kesini.”yuri memeluk ku.

“yah sama-sama.”aku berkata ingin sekali aku mendorong tubuh nya yang sudah bau alkohol namun dia sudah benar-benar mabuk dia bisa pingsan kapan saja.

[sunggyu POV]

“APA?!” taeyon noona kaget dia memegang dahinya kelihtaan masih bingun dengan apa yang dia dengar.

“kamu gay?! Kenapa kau tidak bilang dari dulu.” Taeyon noona menutupi mukan nya dengan tangan nya mungkin malu entahlah aku tidak bisa menebak nya.

“maaf noona sudah kubilang aku malu.”aku menunduk ingin sekali aku menyembunyikan wajahku.

“selama ini..aku…aku kira kau normal,ya tuhan akulah yang seharus nya malu sunggyu.”katanya tangan putih nya masih menutupi wajah nya.

“sudahlah noona,kau tidak usah malu sebenarnya aku merasa tersanjung noona menyukaiku aku kira selama ini noona membenciku.” Aku mencoba melepaskan tangan taeyon noona dari wajah nya.

“tidak sunggyu! Ini sangat memalukan!” taeyon noona sangat lucu kalau dia sudah seperti ini membuatku ingin melihat wajah nya.

“noona tolonglah jangan begini.”akhirnya taeyon noona mau melepaskan tangan nya dari wajah nya.

Wajah taeyon noona benar-benar merah hampir sama seperti kepiting yang baru di rebus dia benar-benar lucu.

To be continue……

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Burning Passion (PART 1)

  1. Noona itu sift na cm y kyk aq!
    Heeheeheehee🙂 !
    Certa bgus y,aq suka bnget am certa yaoi!klw byeh yg bnyk y!
    Cause I’m fujoshiper!

  2. ehmmm…
    Karakter Sunggyu polos bgt dsni..
    Woohyun greget bgt ma sunggyu, sftnya ga sabaran, serba terburu – buru.. Yaa mgkn krn udh tertarik ma sunggyu kali ya..
    Hehe😀
    Kasiyan bgt taeyoon, malu abiss tuh😀
    Kykx yuri jg udh mulai suka ma woohyun..
    Ide cerita bgs, alurnyaa pas ga kcptan, tp syg msh ad typo yg berkeliaran mski sdkit sii😀
    Keep writing ya thor🙂

  3. wahh.. gw bru ketemu ini situs.. ga nyangka ff nya seru..

    woogyu?? gila hot bgd.. mereka ketemu langsung yadongan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s