Posted in FanFiction NC 17+

Give In To Me (YunJae) WARNING YAOI!!!

Title : Give In To Me

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Cast : Jung Yunhoo as himself

Kim Jaejoong as himself

G.Na as Park Yuri

Choi Jiho as Supir Jung Yunhoo

Genre :Romance,yaoi,drama,RAPE!!

Length : one shoot

Rating : NC 17+

“lepaskan saya!” ronta seorang perempuan paruh baya yang tangan nya di tarik oleh seorang lelaki tinggi dan berbadan kekar dan berwajah seram lelaki itu dia membawa 3 teman nya yang tidak kalah kekar nya dengan dia.

“dimana suami mu?” Tanya lelaki kekar itu kasar.

“aku sudah bilang aku tidak tahu kemana dia pergi!” wanita itu menjawab dengan ketakutan.

“siapa kalian apa yang kalian lakukan disini.” Seorang lelaki tampan berambut hitam datang sepertinya dia baru saja pulang kuliah karena dia menenteng beberapa buku yang sangat tebal.

“kami disini untuk menagih hutang ayahmu bocah.” Lelaki itu menjelaskan.

Ketiga teman lelaki itu melirik kearah nya.

“Jae! Pergilah ini bukan urusan mu!.” Wanita paruh baya itu mengusir anak lelaki satu-satu nya takut dia di sakiti oleh keempat preman itu.

“eomma tapi siapa mereka?apa mereka mencoba menyakiti mu?” Tanya jae joong khawatir.

“kalau kau khawatir terhadap eomma mu tersayang kenapa kamu tidak bayar saja semua hutang ayah mu?” ujar lelaki kekar yang memegang tangan ibu jae joong melepaskan cengkaraman nya dengan kasar sehingga eomma jae joong jatuh  ke lantai.

Jae yang melihat ibu nya kesakitan segera berlari dan membantu ibunya berdiri.

“maaf tuan,kami belum mempunyai uang yang cukup.” Eomma jae joong berkata.

“APA?!” lelaki kekar itu marah dia menendang bangku yang ada di toko ibu jae joong.

“apa yang kamu lakukan?!” jae menarik kerah baju lelaki itu dan hampir saja memukul wajah nya.

“kamu cari mati yah?!” lelaki itu membentak dan melepaskan tangan jae dari baju nya.

Lelaki itu tidak segan-segan menonjok wajah putih jae sehingga jae sekarang jatuh tergeletak di lantai bibir nya berdarah.

“heh bocah kecil kamu pikir kamu siapa? Superman?hahhaha.” lelaki itu tertawa dan menendang perut jae.

“CUKUP!” seorang lelaki memakai setelan jas berwarna hitam masuk ke dalam toko.

Walaupun samar-samar jae bisa melihat lelaki itu,dia memiliki rambut coklat yang indah dan rahang yang kuat mata coklat nya menatap tajam kearah nya.

“hah? Tuan Jung.” Lelaki kekar itu segera menunduk dengan hormat pada tuan Jung yang mereka maksud begitu pun ketiga teman nya.

“sudah cukup kamu tidak usah menyiksa nya,pergilah!” perintah  Jung  yunhoo.

“baik tuan.” Keempat lelaki yang kekar dan menyeramkan itu segera pergi meninggalkan jae dan ibunya.

“kamu tidak apa-apa?” Tanya yunhoo dengan lembut sambil menyodorkan tisu kearah jae.

Namun jae mengacuhkan lelaki itu dan berdiri menyeka darah di sudut bibir nya.

“siapa kamu?” Tanya jae.

“tidak penting,aku kesini hanya untuk memberikan kalian solusi.” Tutur lelaki itu.

Jae menyipitkan matanya tidak mengerti.

“maksudmu?”

“kamu harus ikut denganku dan tinggal bersamaku lalu ku anggap semua hutang mu lunas bagaimana?” tawar lelaki itu.

“jadi maksud mu aku harus menjual anak ku padamu?!” seru eomma jae dia kelihatan marah.

“kata ‘menjual’ sangat kasar nyonya kim,aku lebih suka menggunakan kata ‘bertukar’.” Yunhoo tersenyum licik.

“apa bedanya?! Aku tidak akan menjual anak ku sendiri tuan Jung.”bentak nyonya kim.

“baiklah semua keputusan ada di tangan anda nyonya kim kamu pilih toko mu yang aku jual atau anakmu ikut dengan ku.” Yunhoo membalikan badan dan melangkah menjauh dari toko kim.

“tunggu!” yunhoo bisa mendengar suara jae menyuruh nya untuk berhenti yunhoo pun melirik kebelakang dengan wajah penasaran.

“baiklah,aku ikut dengan mu.” Jae berkata.

“apa yang kamu pikirkan jae?! Apa kamu sudah gila?!” nyonya kim marah dia tidak percaya dengan kata-kata anak nya.

“good boy.” Yunhoo menepuk kepala jae dengan lembut nya entah mengapa dia merasa kehangatan yang luar biasa dari sentuhan lelaki yang berdiri di depan nya ini.

“tidak usah menyentuhku.” Jae melepaskan tangan yunhoo dari kepalanya.

“baiklah,baiklah kalau begitu berkemaslah aku menunggumu di mobil.” Lelaki itu berjalan menjauh namun belum juga sosok nya menghilang dia berkata padaku.

“jangan coba-coba kabur.” Lalu dia menghilang pergi masuk kedalam mobil mercedez hitam nya.

Jaejoong POV

Setelah beberapa menit aku selesai berkemas ibuku masih terlihat sedih dia tidak ingin aku pergi bersama berandalan itu namun ini adalah satu-satu nya solusi bagi kami.

Dengan perasaan yang berat aku memasuki mobil mercedez hitam dimana tuan Jung sudah menungguku.

“hello princess.” Tuan Jung sepertinya sudah menungguku dari tadi tapi aku sangat tidak suka saat dia memanggilku princess aku bukan seorang perempuan! Aku benci jika orang sudah memperlakukan aku seperti perempuan.

“tolong jangan panggil aku princess.” Dengan jutek nya aku berkata.

“oh kamu sangat jutek sekali.” Goda yunhoo.

“Jiho ke villa ku.” Suruh yunhoo memberitahu tujuan mereka pada sang sopir jiho yang mengangguk dan mulai menghidupkan mesin mobil.

Dengan pelan nya mobil mercedez hitam itu meninggalkan toko kim dan itu membuatku sedih namun aku berusaha untuk tegar ini semua demi keselamatan eomma.

“kau tak usah sedih.” Tuan Jung membelai pipiku.

Ya tuhan! Apa dia gay? Pertanyaan itu berputar-putar di kepalaku dari perlakuan nya padaku aku bisa menjawab iya.

“ngomong-ngomong siapa nama mu?” tuan Jung bertanya padaku sepertinya perhatian dia seluruh nya terfokus padaku.

“kim jaejoong.”jawabku singkat.

“hem..jaejoong,umur?” sekarang tuan Jung melingkarkan tangan nya pada bahu oh..ini benar-benar tidak nyaman dia sepertinya benar-benar gay!

“20..”aku menjawab muka tuan Jung terlalu dekat dengan muka ku aku bahkan harus melirik kearah lain untuk menghindari tatapan nya yang sangat mengintimidasi.

Aku bisa melihat dari bayangan di kaca mobil tuan Jung tersenyum licik dia memegang daguku dan mengarahkan wajahku kearah nya sehingga muka kami bertatapan.

“kamu benar-benar mengagumkan.” Puji tuan Jung entah apa yang dia maksud ‘mengagumkan’.

“kulit putih mu,bibir merah mu,rambut hitam mu indah sekali.” Tutur tuan Jung dia menatapku tanpa berkedip.

Sepertinya pertanyaan ku benar-benar sudah terjawab dia GAY..

“terimakasih.” Aku bingung apa yang harus katakan terima kasih adalah satu-satu nya kata yang terlintas di kepalaku.

“sama-sama.” Tuan Jung tersenyum aku benci harus mengatakan ini tapi aku tidak bisa berbohong tuan Jung terlihat tampan saat dia tersenyum.

Sepanjang perjalanan aku tidak berani menatap kearah tuan Jung tatapanku terfokus pada jalanan diapun sepertinya tidak ingin mengobrol sampai akhirnya kami tiba di sebuah villa yang sangat indah dan asri banyak sekali pohon mengelilingi villa itu dan sepertinya villa itu kosong tidak ada tanda-tanda orang yang tinggal di sekitar villa itu.

Tuan Jung turun dari mobil nya aku pun mengikuti nya.

“mulai saat ini,villa ini adalah rumah mu.”

“eh??tapi..”aku mencoba memprotes mana mungkin aku mau tinggal di villa yang berada di antah berantah ini aku pun tidak tahu daerah apa villa ini berdiri sepanjang jalan yang ku bisa lihat hanyalah hutan belantara.

“tenang saja,sopirku siap mengantarmu kapan saja.” Tuan Jung lagi-lagi melingkarkan tangan nya ke bahuku ya ampun aku ingin sekali melepaskan tangan nya dari bahuku.

“mari masuk,disini dingin kamu bisa masuk angin nanti.” Tuan Jung menuntunku masuk kedalam villa indah itu.

Saat pertama aku masuk kami sudah di sambut dengan aroma pohon cemara yang menyegarkan kebanyakan perabotan di rumah ini terbuat dari kayu aku bisa melihat kursi rotan di beranda belakang ruang tengah villa ini terasa sangat nyaman sekali dan luas setidak nya villa ini lebih indah dari pada rumah ku yang kecil dan sempit di seoul dan tenang tidak seperti rumahku di seoul.

“bagaimana kamu suka?” Tanya tuan Jung dia duduk di sofa berwarna crem yang berada tepat di depanku.

“iya villa ini indah sekali.” Pujiku aku pun melepaskan tas backpack yang dari tadi aku bawa.

“bagus kalau begitu.” Tuan Jung bangkit dari duduk nya dan melangkah kearahku.

“sekarang kau milik ku.”

Mataku melebar mendengar perkataan nya namun aku tidak bisa berkata apa-apa tangan nya sekarang sudah berada di pipiku dan meluncur kebawah kearah dadaku dia mulai menciumi leherku aku bisa merasakan napas tuan Jung menembus kulitku tangan nya terasa sangat panas menyentuh kulit putih dinginku.

Aku mencoba mendorong nya namun sia-sia tuan Jung sangat kuat dia malah mendorongku kembali sehingga kami berdua jatuh kelantai.

“tuan Jung,maaf tapi aku tidak gay.” Aku mencoba menghentikan aksinya.

“tidak gay?”tuan Jung tertawa.

“dengan penampilanmu yang sekarang bagaimana kamu bisa bilang kamu bukan gay?” tuan Jung seakan mengejek ku aku marah ingin sekali aku memukul wajah tampan yang angkuh ini.

“saya tidak bermaksud untuk sombong tuan Jung tapi saya punya pacar yang sangat cantik menunggu saya di seoul.” Tuturku berbohong padahal di ingat-ingat aku tidak pernah memiliki pacar bukanya aku tidak mau tapi cewek sekarang lebih suka uang dari pada wajah tampan.

“kalau begitu sebutkan namanya,bagaimana tampang nya dan tanggal lahirnya.” Tuntut tuan Jung.

Sial!kalau aku tahu dia akan bertanya seperti itu lebih baik aku tidak berbohong.

“baiklah..namanya..Han soori dia sangat cantik sekali kulit nya mulus bibir merah nya sangat…”sebelum aku menyelesaikan perkataan ku tuan Jung tiba-tiba saja menciumku.

Dia mengigit bibir bawahku dan mengecup bibirku dengan lembut aku bisa merasakan lidah nya masuk kedalam mulutku dan bermain-main di dalam nya dengan otomatis kami pun bertukar saliva aku bisa merasakan bibirku di sedot oleh nya sangat keras aku bisa merasakan tangan hangat nya menulusuri bagian dadaku.

“kau suka itu?” bisik tuan Jung pada telingaku napas nya seakan mengelitik nakal di telingaku membuatku bergetar kuakui aku sedikit terangsang.

“aku mohon tuan Jung hentikan.” Aku mencoba mendorong tuan Jung namun tuan Jung menahanku dengan tangan kekar nya.

“kau bilang berhenti tapi ‘adik kecil’ mu ini sudah besar seperti ini.” Tangan tuan Jung dengan nakal nya meremas ‘adik kecil’ku.

Dia segera membuka kaos hitamku dan kemeja jas nya sekarang kami berdua bertelanjang dada aku bisa melihat tubuh tuan Jung yang sixpack dan indah kulit nya kecoklatan terlihat bersinar di tempa oleh matahari siang.

“kau putih sekali jaejoong.” Suara sexy tuan Jung sekali lagi menghantam gendang telingaku aku tidak bisa berkata apapun aku ingin semua ini berakhir semua ini seperti mimpi buruk bagiku.

“aku mohon hentikan tuan Jung.” Aku tidak berani menatap nya entah apa yang aku rasakan sekarang aku merasa jijik terhadap diriku sendiri namun di saat yang bersamaan aku terangsang dengan semua perlakuan tuan Jung.

“tenanglah sebentar lagi kau akan menyukai nya.” Tuan Jung membelai pipi putih ku dan kembali menciumi seluruh tubuhku.

Bibir tuan Jung terasa sangat lembut menyentuh kulitku setiap ciuman dari nya membuatku gila aku tidak bisa memikirkan apapun sekarang yang aku bisa pikirkan hanyalah wajah lelaki yang sedang menciumi nipple ku ini.

Dia memainkan nippleku dan menyedotnya dengan keras aku hampir saja menjerit karena itu terasa sangat nikmat namun aku menahan suaraku dengan mengigit tanganku sendiri tuan Jung terus menciumi nippleku dan memainkan nya sesuka hatinya sampai akhir nya dia berhenti dan mencium bibirku dengan ganas.

“aah~ tuan..Jung.” tidak sadar aku mendesah sambil menyebut nama nya aku ingin sekali memukul mulutku namun kedua tanganku tuan Jung pegang.

“jaejoong.” Dia membisikan namaku dengan lembut di telingaku dan menciumku lagi lebih dalam dan intim lidah kami bertemu dan berperang saling mengalahkan tuan Jung menarik rambut hitam ku dengan lembut dan mengarahkan tanganku kearah ‘adik kecil’nya yang sekarang sudah besar dan keras membuat celana nya terlihat sangat ketat.

“im just as excited as you are.” Dia berkata dengan terengah-engah dan membuka celana nya dan betapa kaget nya aku melihat ‘adik’ tuan Jung yang tidak kecil.

“tuan Jung..” aku tidak bisa berkata apapun pandanganku tefokus pada ‘adik’ tuan Jung.

“yunhoo,panggil aku yunhoo.” Perintah nya sambil membuka celanaku namun aku menahanya.

“tidak yunhoo,aku tidak bisa.” Dengan malu-malu aku menahan yunhoo untuk membuka celanaku ya tuhan sebenarnya ‘adik’ku sudah terasa sempit di celana jeansku.

“just give in to me jaejoong,aku tahu kamu menginginkan nya bukan?” dengan nakal nya dia bertanya aku tidak bisa aku harus melawan.

Aku mencoba melepaskan diriku dari cengkraman tuan Jung namun cengkraman nya semakin keras dia sepertinya akan mematahkan tulang tanganku.

“lepaskan aku!” aku membentak nya yunhoo kelihatan marah.

“Tidak! Kau sudah berjanjikan akan ikut denganku kau milikku sekarang jaejoong kamu budak ku.” Mata coklat yunhoo berkilat-kilat terlihat sangat menyeramkan bagiku sekarang.

“jika kamu melawan oemma mu dalam bahaya ingat itu jaejoong.” Ancam yunhoo

Plakk

Sebuah tamparan mendarat di pipi yunhoo dengan tidak sadar nya aku menampar yunhoo.

“brengsek kamu!” aku marah.

Yunhoo dengan kasar nya menciumku ini bukan yunhoo yang tadi dia sangat lembut tadi namun sekarang dia berubah menjadi brutal tidak segan-segan dia membuka celana jeansku dengan paksa dan menciumi tubuh ku dengan kasar meninggalkan beberapa kiss mark di dada dan leherku.

Dia membuka celana dalamku mengexpose ‘adik’ku yang sudah basah karena pre-cum aku tidak tahan melihat pemandangan ini kututup mataku mencoba memikirkan sesuatu namun sepertinya sia-sia saja yang bisa kuingat hanyalah ciuman-ciuman dahsyat dari yunhoo.

Yunhoo menjilat ‘adik’ku dengan liar dia mengulum nya terus naik dan turun membuatku mendesah aku meremas rambut yunhoo dengan keras menahan kenikmatan yang luarbiasa.

“ah~ehm..yunhoo…” aku mendesah yunhoo melirik kearahku dengan mata coklat nya dia kelihatan sangat puas membuatku mendesah berkali-kali.

“aku..aku ingin..”kataku terbata-bata karena napasku hampir habis.

“kau mau cum?”

Aku bisa mendengar suara yunhoo aku mengangguk tidak sanggup mengatakan kata ‘cum’ yang yunhoo katakan dengan tenang nya tidak salah lagi dia pasti sering melakukan hubungan seks.

“jangan dulu,kau harus ku hukum.” Yunhoo meremas ‘adik’ ku dengan ganas membuatku hampir mendesah lagi namun aku menahan nya.

Tak lama kemudian aku bisa merasakan sesuatu memasuki rectum ku selama ini tak ada yang menjamahi daerah itu selain yunhoo.

“hyah..yunhoo apa yang..”

“shutt.” Yunhoo menyuruhku untuk diam dan menciumku aku bisa merasakan sesuatu bergerak keluar dan masuk ke rectum ku.

“aku melakukan pelonggaran agar nanti kau tidak merasa sakit.” Katanya yunhoo tersenyum padaku.

Melihat yunhoo tersenyum kembali aku sedikit lega aku benar-benar tidak bisa lepas dari hewan buas ini hah? Aku sudah menjadi milik nya.

Yunhoo terus mengerak-gerakan jari nya keluar dan masuk ke rectumku aku hanya bisa  mendesah berkali-kali dengan gemas nya aku meremas tangan yunhoo yang memegangi tanganku.

“apa kau kesakitan?”Tanya yunhoo.

Tentu saja brengsek kau memasukan 3 jarimu ke rectum ku! Ingin sekali kau  membentak nya namun aku tidak  bisa mengingat reaksinya yang menyeramkan saat aku melawan padanya.

Aku hanya diam tidak bereaksi membuat yunhoo menatapku dengan mata coklat nya dia menghela napas dan mengeluarkan 3 jarinya dari rectumku entah mengapa saat dia mengeluarkan ketiga jarinya dari rectumku aku merasa sedikit kecewa.

“kalau kau begitu membencinya baiklah.” Yunhoo bangkit dan hendak mengancingkan lagi baju kemeja putih nya.

Aku benar-benar merasa kecewa saat dia akan mengancingkan baju kemeja putih nya lagi menutup dada nya yang sixpack.

Dengan tidak sadar nya aku menarik tangan yunhoo sehingga yunhoo berhenti mengancingkan baju kemeja nya.

“ada apa jaejoong?” dia bertanya.

“lanjutkan..”gumamku.

Aku benar-benar malu sekali sebenarnya apa yang aku pikirkan apa aku sudah gila?!

“maksudmu apa?” yunhoo sepertinya pura-pura bodoh.

“damn it! aku bilang lanjutkan yunhoo.” Aku meninggikan suaraku.

“as you wish princess.” Yunhoo menyerigai puas trick nya sepertinya berhasil.

Dia mencium bibirku dengan ganas dan memasukan kembali 3 jari nya ke rectumku sambil memainkan ‘adik’ku rasa sakit dan nikmat bergelut memenuhi batinku aku sudah tidak peduli apakah aku gay atau tidak yang aku pedulikan sekarang adalah kenikmatan yang di berikan oleh yunhoo padaku yang sangat luarbiasa.

“kamu menginginkan ku jae?” dia menarik tanganku kearah ‘adik’nya dan mengerakan tanganku keatas dan kebawah.

“yunhoo..” lagi-lagi aku mendesah sambil memanggil namanya.

“iya jaejoong kamu menginginkan nya kan?” dia tersenyum  puas.

“bersiap-siaplah.”yunhoo mencium pipiku.

“ARGhhh..” aku bisa merasakan sesuatu yang besar memasuki rectumku.

“yunhoo..sakit.” aku membisikan kata-kata itu ketelinga nya.

“tahan sedikit.”suara yunhoo berhasil menenangkan ku.

Dia mulai bergerak dengan pelan aku bisa merasakan ‘adik’ yunhoo menghantam rectumku berkali-kali keluar dan masuk kenikmatan nya begitu luar biasa dia tahu bagaimana cara nya membuatku gila dan lupa diri.

Yunhoo mengangkat satu kaki ku meletakan nya di bahu nya dia terus mendorong ‘adik’ nya masuk dan keluar dari rectumku aku hanya bisa mendesah dan mengerang aku tidak tahu lagi mana rasa sakit dan kenikmatan yang yunhoo berikan padaku semua nya tercampur aduk membuat kepalaku kosong.

Tidak terasa airmata keluar dari mataku aku tidak bermaksud untuk menangis namun airmataku itu keluar begitu saja.

Yunhoo masih sempat-sempat nya menghapus air mataku dan mencium ku dengan lembut dia seakan mengalihkan rasa sakit ku.

Yunhoo lalu melanjutkan aktivitas nya.

“ehmm yunhoo ahh..yeah.” desahan ku semakin terdengar keras memantul ke dinding-dinding  villa.

“enak princess?” yunhoo seperti kesatanan dia mengerakan ‘adik’ nya sangat cepat menghantam rectumku rasanya rectum ku mau robek.

“jaejoong aku ingin ‘keluar’.” Dengan terengah-engah dia berkata.

“aku juga yunhoo.”

Taklama kemudian aku bisa merasakan cairan sperma yunhoo memenuhi rectumku sedangkan cairan sperma ku sendiri mengotori dadaku.

“hah..kau sangat mengagumkan jaejoong.” Yunhoo berkata sambil berbaring di pinggirku dia kelihatan lelah setelah hubungan seks yang lama aku pun lelah apalagi dia.

Aku bangun dari posisi terlentangku dan memungut bajuku yang tergeletak di pinggirku.

“kau mau kemana?” yunhoo memelukku dari belakang sambil mencium punggungku dengan lembut.

“aku ingin mandi.” Aku berdiri dan pergi meninggalkan yunhoo mencari kamar mandi.

——-@@@@——–

Setelah kejadian itu yunhoo sering mendatangiku ke villa tentu saja hanya untuk seks apalagi?

Setiap kami berdua dia selalu menjadi horny dan ganas namun setelah beberapa bulan aku mulai terbiasa dengan nya aku mulai mempelajari sikap dan tingkah laku yunhoo mencoba mengerti dia mencoba untuk mengatahui dia.

“jae aku pulang..” yunhoo mengumumkan kedatangan nya.

“yunhoo selamat datang.” Aku menyambut nya.

Dia segera memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu.

“tumben sekali kau datang malam hari.” Kataku mengingat biasanya dia selalu datang pada siang hari atau sore hari.

“aku baru punya waktu luang malam ini aku tidak sabar ingin bertemu  dengan princess ku.” Dia mencium leherku.

“ah~ yunhoo kau ini.” Aku mendorong nya yunhoo hanya tersenyum menatap mataku aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan kelakuan nya hari ini.

“apa kamu tidak apa-apa  yunhoo?kau kelihatan agak murung.” Aku mengelus rambut coklat nya.

Yunhoo hanya mengelengkan kepala nya dan menuntunku untuk duduk di sofa dia mengistirahatkan kepalanya di bahuku memeluk ku dengan erat dia benar-benar bertingkah aneh hari ini.

“yunhoo kamu yakin tidak apa?kamu mau membicarakan sesuatu denganku?” tawarku lagi dia malah dia tidak menanggapi tawaranku.

Malam itu yunhoo tidak melakukan apapun dia hanya memintaku untuk tidur bersama nya memeluk nya sepanjang malam aku benar-benar khawatir dia terlihat sangat murung malam itu pasti ada sesuatu yang salah.

Pagi-pagi sekali aku bangun namun aku tidak menemukan yunhoo di sampingku aku melihat secarcik kertas di simpan di meja kecil dekat ranjang akupun membacanya.

Dear princess

Aku ada urusan penting maafkan aku meninggalkanmu tanpa pamitan

Belakangan ini aku sibuk jadi maafkan aku bila tidak bisa mengunjungi

Mu untuk beberapa bulan ini

Sayang dan cinta

Jung yunhoo❤

Ps: kalau kau rindu padaku hubungi nomor yang ada di bawah

     4567-0877-876

Aku tersenyum membaca pesan yunhoo ternyata dia tidak berubah mungkin saja dia sedang lelah kemarin malam aku bangun dari ranjang ku dan pergi mandi.

~2 bulan kemudian~

“sial! Kenapa aku haru merindukan dia?!” aku membanting buku tebal yang sudah selesaiku baca namun tak ada satupun kata yang ada di buku itu menempel di kepalaku yunhoo yunhoo dan hanya yunhoo yang memenuhi kepalaku.

Aku melirik kearah jam waktu menunjukan pukul 3 sore biasanya yunhoo pasti datang sekitar jam 3 sore namun dia tidak kunjung datang juga entah apa yang yunhoo kerjakan namun sepertinya pekerjaan itu membuat yunhoo lupa padaku sial kenapa juga aku harus merindukan lelaki itu bukankah seharusnya aku tidak merindukan nya sama sekali aku membenci dia tapi kelakuan ku menunjukan bahwa aku tergila-gila padanya.

Aku melirik kearah jendela Jiho supir yang seperti biasa datang pada siang hari untuk mengantarku kuliah masih anteng membersihkan mobil mercedez hitam nya kami berdua belum pernah berbincang-bincang dia juga tidak pernah mencoba untuk mengajak ku mengobrol mungkin karena yunhoo lebih suka supir nya seperti itu dia bilang dia tidak ingin ada perselingkuhan diantara aku dan supir nya aku tertawa mengingat betapa konyol nya dia.

“pak supir.” Aku memanggil lelaki muda yang sedang anteng membersihkan mobil mercedez hitam nya.

“iya tuan.” Dia melirik kearahku ingin sekali aku tertawa saat dia memanggilku tuan aku bukanlah tuan nya aku bahkan tidak mengajihnya.

“panggil saja aku jaejoong.”perintahku.

“iya tuan jaejoong.”

Aku menghela napas dia itu bodoh atau bloon sih masih saja memanggilku dengan kata tuan tapi aku menyerah saja aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan dia.

“apa kamu tahu kemana yunhoo pergi?”aku bertanya.

“tadi siang tuan Jung menyuruhku untuk mengantarnya kerumah utama.” Lelaki itu menjawabku.

“oh begitu yah..apa benar dia sibuk sekarang?” aku bertanya lagi dengan penasaran.

Namun lelaki itu tidak menjawabku malah berhenti membersihkan mercedez hitam itu dia kelihatan khawatir.

“kenapa?ada sesuatu yang terjadi padanya?”

“tidak tuan bukan apa-apa.” Dia melanjutkan membersihkan mobil nya aku sangat curiga dengan kelakuan supir ini lalu aku pun berjalan kearah nya.

“antarkan aku ke rumah utama keluarga Jung aku ingin bertemu dengan yunhoo.”aku pun masuk kedalam mobil mercedez hitam itu.

“eh?tapi tuan,tuan yunhoo menyuruhku untuk..”sebelum supir itu berkata lebih lanjut aku memotong nya.

“ini perintah,atau kau ingin aku adukan pada tuan mu itu?” ancamku.

“baik tuan.” Dia akhirnya menurut dia pun segera masuk kemobil dan menghidupkan mesin mobil mobil mercedez hitam yang ku tumpangi perlahan menjauh dari villa menuju kota seoul.

Sepanjang perjalanan yang kulihat hanyalah rumah mewah dimana-mana rumah mewah berbagai style arsitektur yang berbeda menghiasi rumah-rumah mewah itu aku sudah bisa menebak keluarga Jung pastilah keluarga kaya.

Mobil mercedez hitam yang ku tumpangi berhenti tepat di depan rumah mewah tradisional korea rumah itu kelihatan sepi namun penjagaan nya ketat aku bisa melihat bodyguard-bodyguard yang kuat dan gagah menjaga pintu depan rumah itu.

“ini rumah utama keluarga Jung tuan.”Jiho memberitahu aku melirik kearah rumah besar yang bergaya arsitektur korea kuno itu dan melangkah keluar

“tuan anda mau pergi kemana?” Jiho keluar dari mobil nya dan mengikutiku.

“tentu saja mencari yunhoo.” Kataku sambil berjalan menuju rumah utama.

Melihat aku berjalan dengan supir yunhoo body guard itu membiarkanku masuk mereka mungkin berpikir aku tamu yang tuan mereka undang.

“selamat siang tuan apakah anda sudah memiliki janji?” seorang wanita memakai pakaian pelayan menghampiriku.

“yah aku ingin bertemu dengan tuan Jung yunhoo.” Kataku.

“maaf,tuan tapi tuan yunhoo sedang bersama tunangan nya nyonya park yuri.” Balas perempuan itu mataku melebar ternyata dia sudah punya tunangan?!

“dimana mereka sekarang?!” tanyaku geram wanita itu sepertinya ketakutan.

“di..di halaman belakang tuan.” Wanita itu menunjuk kearah pintu besar yang terletak di tengah 2 tangga yang bercabang aku segera berlari kerah pintu itu dan membuka pintu dengan kasar.

Betapa kaget nya aku melihat yunhoo sedang duduk dengan santai nya dengan seorang wanita berambut pirang dengan manja nya duduk diatas pangkuan nya baju wanita itu setengah terbuka.

“akh! Siapa kamu?!”wanita itu menjerit melihatku sosok ku yang berdiri menatap nya dengan tajam yunhoo melirik kebelakang aku bisa menebak dia pasti kaget.

“jaejoong? Apa yang kamu lakukan disini?”Tanya dia kebingungan.

Airmata sudah mulai mengumpul di sudut mataku aku merasa bodoh aku terbuai oleh kenikmatan nafsu yang dia berikan padaku hingga aku lupa diri tentu saja dia normal dia hanya mempermainkan ku selama ini dia hanya menganggapku sebagai mainan nya saja.

Aku membalikan badanku marah dan pergi meninggalkan kedua orang yang sedang asyik bercumbu itu.

“tuan apa tuan tidak apa-apa?”jiho supir yunhoo sepertinya khawatir melihatku yang bercucuran airmata saat masuk kedalam mobil.

“tidak apa-apa,cepatlah kita pulang.” Suruhku sambil menyeka airmataku

“baik tuan.” Jiho menurut.

Yunhoo POV

“yuri lepaskan aku!.”suruh ku wanita ini memang tidak ada bosannya menggoda aku aku bahkan tidak merasa sedikitpun tertarik padanya.

“kenapa yunhoo oppa?bukankah kau tunanganku?” yuri mengenggam tanganku mengarahkan tanganku kearah dadanya.

“aku tidak tertarik yuri sekarang pergilah!”

Yuri cemberut dan berdiri membenarkan baju nya yang sudah setengah terbuka.

“aku ingin pertunangan kita di batalkan.” Kataku dingin sambil membenarkan bajuku dan pergi meninggalkan yuri yang masih bengong.

Aku segera menaiki mobil sedan silver yang sudah di parkir di depan rumahku oleh sopir di rumah utama aku segera pergi menyusul jaejoong aku tidak ingin ia salah paham aku tidak pernah menyukai yuri dari dulu namun wanita ini tidak tahu malu dia terus saja datang dan menggodaku.

Aku menancap gas aku ingin segera sampai di villa ingin segera meminta maaf pada jaejoong aku tidak ingin kehilangan dia apalagi setelah aku melihat dia menangis dia kelihatan sedih sekali saat dia melihat yuri mencoba menciumku.

Setelah berapa menit aku sampai di villa akupun segera turun dari mobil dan masuk ke villa aku mencari-cari sosok jaejoong ternyata dia ada di kamarnya mengemasi barang-barang nya.

“jae kemana kamu akan pergi?!” tanyaku membuat jaejoong kaget dan segera menyeletingkan ransel backpack nya.

“aku pulang..”dia menjawab dengan suara yang bergetar aku bisa melihat matanya merah dia pasti sudah menangis.

“dengarkan aku dulu jae aku tidak memiliki hubungan apapun dia wanita itu.” Aku mencoba menjelaskan.

“bohong! Pelayan di rumahmu memanggil dia sebagai tunangan mu.”

“baiklah dia memang tunanganku.” Aku mengakui dengan rasa berat jaejoong mengambil tas backpack nya dan pergi namun aku menahan nya memeluk tubuh nya dengan erat.

“aku bingung jaejoong,aku tidak tahu harus apa.aku sangat,sangat mencintaimu tapi kau selalu saja acuh seakan kamu tidak peduli pada perasaanku aku..aku pikir kau tidak mencintaiku.” Aku menumpahkan semua keraguan ku selama ini.

“apa?!kau mencintaiku ?”jaejoong tertawa.“kalau kau mencintaiku kau tak mungkin berselingkuh dengan wanita itu.” Lanjut jaejoong dia terdengar marah saat mengatakan kata-kata itu.

“baiklah aku mohon maafkan aku,aku akan membatalkan pertunanganku dengannya jaejoong aku mohon jangan pergi.”aku memohon.

“kamu tidak mengerti yunhoo,aku menunggu mu selama 2 bulan kamu merubahku.” Jae melepaskan pelukan ku. “aku pikir selama ini kau benar-benar sibuk,aku terus dan terus mempercayai alasanmu itu aku memang bodoh.” Aku bisa melihat air mata mengalir membasahi pipi jaejoong.

“aku tahu aku memang jahat kau bisa pukul aku kalau kau mau.”aku menghapus airmata jae dari pipi putih mulusnya.

“aku mohon yunhoo berhentilah menyiksaku! Kau menyiksaku yunhoo kamu benar-benar membuatku gila dan tidak waras!” jae mengamuk dia memukul dadaku berkali-kali aku mencoba menahan pukulan nya dan memeluk.

“kalau kau ingin begitu menyerahlah,katakan kau cinta padaku.” Kataku sambil menatap kearah mata jae dengan kesungguhan aku benar-benar tergila-gila pada lelaki di depanku ini.

“buktikanlah kau mencintaiku jaejoong buatlah aku percaya dan lebih tergila-gila lagi padamu siksa aku jaejoong,siksa aku dengan cintamu.”

Jae tidak berkata apapun namun airmata terus saja mengalir dari matanya hidung nya sampai merah karena menangis.

“aku..” jae tidak melanjutkan kalimat nya dia meremas kemeja putihku dengan gemas dia mengingit bibir bawah nya aku bisa merasakan tangan nya gemetaran.

“say it my princess,please give in to me all you’re pride let it shattered and I will pick it up and keep it inside my heart forever.” Aku membujuk nya.

“aku..aku mencitaimu bodoh!” jaejoong akhirnya mengatakan nya dia mencintaiku betapa senang nya aku aku pun segera mencium nya dan membaringkan nya di ranjang.

Denga kasar nya kubuka baju kaos jaejoon dan jaejoong membuka semua kancing baju kemejaku sampai akhirnya baju kemejaku terbuka lebar aku mencium bibir merah nya dengan penuh nafsu aku bisa merasakan detak jantungku menjadi lebih cepat.

“jaejoong aku mencintaimu,sangat mencintaimu.”aku membisikan kata-kata manis itu ketelinga jaejoong dia hanya mengangguk kubuka celena dia dan celana ku dengan cepat dia mengerang merasakan ‘adik’ nya dan ‘adik’ ku bertemu saling bergesekan.

“yunhoo masukan..”aku bisa mendengar jaejoong bergumam.

“sabar jae.” Aku mengecup dahi jaejoong dengan lembut dan mengelus rambut hitam nya yang lembut dia sepertinya benar-benar merindukan sentuhan ku.

Aku memasukan jariku ke rectum jae dia meringis sambil mendesah desahan nya terdengar sangat mengairahkan suara sexy nya dia biarkan keluar dari mulut nya.

“yeah..yunhoo lebih…cepat.”jae menuntut dia benar-benar sexy malam ini ‘adik’ku sepertinya tidak sabar ingin berada di dalam lubang jae yang hangat dan nyaman.

“maafkan aku jae aku tidak sabar.” Dengan paksa kumasukan adiku dengan kasar kelubang jae otomatis jae meringis.

“ARghhh~~yunho..akh..akh yunhoo!” Dia mendesah berkali-kali memanggil namaku membuat ku menggila ku dorong ‘adik’ ku dengan cepat menghantam lubang jaejoong berkali-kali dengan cepat.

“yunhoo…”jaejoong membuka lengan nya seakan dia ingin aku peluk.

“tolong peluklah aku my prince.” Dia berkata aku tersenyum dan segera memeluk nya.

“kenapa princess?” aku mengelus kepala jaejoong.

“aku sangat mencintaimu my prince.” Dia berkata sambil menangis.

“aku juga princess aku mencintaimu lebih dari apapun.”

“I give in to you my prince,I give all my pride to you.” Jae menciumku dengan penuh nafsu akupun mencium nya kembali kami berdua tersenyum bahagia.

Yah menyerahlah padaku kim jaejoong,aku akan membahagiakan mu aku ingin kita menghabiskan seluruh hidup kita bersama-sama menempuh susah dan senang bersama tumbuh menjadi tua bersama walaupun kita tidak bisa memiliki keturunan tapi setidak nya kita memiliki satu sama lain aku mencintaimu Kim Jaejoong kamu tidak tahu betapa aku mencintai mu.

~THE END~

 

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

7 thoughts on “Give In To Me (YunJae) WARNING YAOI!!!

  1. hihihi..
    Msh ttp ya typo berterbangan thor..
    Tp tng ajjah.. Itu tdk mempengaruhi alur dan feel dr ne ff…
    Ajjibb…
    Nice ff thor..
    Dtggu krya slnjutnya ya thor..
    Keep writing ya thor..
    Fighting..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s